Bank Mandiri Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari 4,43 Persen ke 3,69 Persen pada Tahun 2021

09 Agustus 2021 12:30 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

Kantor pusat Bank Mandiri (Trenasia.com)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021. Sebelumnya, sejalan dengan pemangkasan proyeksi oleh International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 3,9% pada tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,3%.

Namun, proyeksi tersebut kembali dikaji ulang oleh pihak Bank Mandiri selaku bank nasional milik negara. Menurut ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, proyeksi tingkat pertumbuhan Indonesia justru malah lebih rendah dari proyeksi IMF, yaitu sebesar 3,69%.  

“Kami memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,69 persen pada 2021, turun dari proyeksi sebelumnya, 4,43 persen di tengah implementasi PPKM level 3-4,” kata Faisal Rachman dalam riset yang dirilis, Kamis, 29 Juli 2021. 

Lebih lanjut, menurut Faisal, penurunan persentase proyeksi pertumbuhan ini ditengarai oleh implementasi PPKM darurat (level 3-4) yang memberikan dampak yang signifikan pada proses pemulihan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Faisal berharap PPKM darurat level 3-4 dapat mengakselerasi penekanan laju  penyebaran COVID-19, sehingga restriksi mobilitas yang ketat hanya akan mempengaruhi performa ekonomi di kuartal III-2021. 

Sementara di kuartal IV-2021, diharapkan PPKM darurat sudah dapat terelaksasi dan pemulihan ekonomi kembali meningkat, dan berimbas pada naiknya tingkat pertumbuhan ekonomi. 

“Kami berharap PPKM darurat level 3-4 bisa terelaksasi di kuartal IV-2021 dan pemulihan ekonomi bisa terakselerasi kembali,” katanya.

Faisal menyampaikan, katalis positif bagi pemulihan ekonomi Indonesia pada semester II-2021 di antaranya pemulihan ekonomi global yang diperkirakan lebih cepat sehingga akan meningkatkan permintaan komoditas dan akan meningkatkan kinerja ekspor.

Selain itu, inflasi masih dalam tingkat yang rendah dan stabil sejalan dengan daya beli masyarakat yang belum meningkat. Peningkatan belanja pemerintah di semester II/2021 dan percepatan program pemulihan ekonomi nasional juga akan menjadi pendorong perekonomian di sisa tahun 2021. 

“Begitu juga dengan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia yang akan tetap mempertahankan kebijakan yang akomodatif, serta kebijakan moneter yang mendukung pemulihan ekonomi,” kata Faisal.

Berita Terkait