Bank Mandiri Optimistis Fintech Bisa Jadi Kanal Penyalur KUR

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. optimistis terhadap kolaborasi financial technology atau fintech dalam membangun jangkauan layanan perbankan.

Untuk mendorong kerja sama tersebut, Bank Indonesia (BI) berencana mengeluarkan standar Open Application Programming Interface (API). Open API adalah aplikasi pemrograman yang memungkinkan perusahaan melakukan integrasi antarsistem.

Open API diharapkan dapat mewujudkan ekosistem layanan keuangan yang inklusif. Hal ini menjadi salah satu dari lima inisiatif utama BI dalam program Sistem Pembayaran Indonesia hingga 2025.

Manajemen Bank Mandiri melalui keterangan resmi, Senin, 21 September 2020 mengungkapkan, implementasi Open API dapat bernilai strategis untuk mengakselerasi inklusi keuangan hingga integrasi data sosial.

“Kami melihat kolaborasi teknologi melalui Open API akan memperluas jangkauan layanan keuangan. Secara bersamaan, juga membangun basis data sosial lebih cepat, mudah, reliable, dan murah,” tulis manajemen Bank Mandiri.

Tidak hanya akan menjadi terobosan penting, dari sisi bisnis, Open API dapat membantu upaya pemerintah menyiapkan dan mengeksekusi berbagai respons kebijakan, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan Indonesia pada tahun lalu baru mencapai 76,2%.

Bank Mandiri melihat perkembangan fintech dapat mendukung implementasi Open API. Melalui pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), misalnya, fintech dianggap dapat menjadi kanal penyaluran kredit tersebut.

“Pembiayaan peer-to-peer lending (P2PL) atau fintech dapat menjadi kanal penyaluran KUR karena didukung oleh teknologi yang semakin mudah,” ungkap Bank Mandiri.

Pembiayaan fintech dianggap dapat meningkatkan penyaluran KUR, dibuktikan oleh data pertumbuhan kredit antara keduanya.

Realisasi penyaluran KUR hingga Agustus 2020 mencapai Rp103,2 triliun. Adapun, target penyalurannya pada 2020 sebesar Rp190 triliun.

Penyaluran KUR tersebut diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman dari 7% menjadi 6%, dan kenaikan plafon KUR mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur.

Genjot Penyaluran Kredit

Sementara itu, Bank Mandiri melihat pembiayaan P2PL terus berkembang. OJK melaporkan, akumulasi penyaluran pinjaman kredit dari perusahaan fintech hingga Juli 2020 mencapai Rp116,9 triliun, tumbuh 135% dibanding Juli 2019.

Adapun rata-rata nilai pinjamannya kurang lebih Rp135 juta. Pinjaman ini berasal dari 158 pelaku fintech di mana mayoritas aktivitas berada di Jawa.

Untuk memperluas jangkauan pembiayaan kredit, OJK sendiri mewajibkan pelaku industri fintech menyalurkan minimal 15% dari total pinjaman ke luar Jawa, dan seperempat dari total penyaluran disalurkan ke sektor produktif.

Sementara itu, jumlah rekening peminjam di luar Jawa hanya 18% dari total rekening. Adapun, dana yang disalurkan kurang lebih baru 14% dari total penyaluran.

Meskipun demikian, rekening baik di Jawa dan di luar Jawa masing-masing tumbuh 5,4% dan 5,6% secara bulanan pada Juni dan Juli 2020. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan di Mei 2020 sebesar 5,2%.

Oleh karena itu, Bank Mandiri melihat kolaborasi antara fintech dan perbankan dapat menumbuhkan bisnis penyaluran kredit sehingga mendorong program PEN dari pemerintah.

Tags:
apiBank IndonesiaBank MandiriBIFintechFintech P2P LendingojkOpen Application Programming Interfaceotoritas jasa keuanganP2PLPT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: