Bank KEB Hana Sumbang 10.000 Unit Rapid Test ke Kemenkes

May 06, 2020, 07:07 AM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana) Park Sung-Ho (kiri) setelah penyerahan bantuan 10 ribu unit rapid test dengan jenis Standard Q Covid-19 IgM/IgG Duo di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (5/5). / Dok. Bank KEB Hana Indonesia

Bank asal Korea Selatan PT Bank KEB Hana Indonesia menyalurkan bantuan berupa alat rapid test sebanyak 10.000 unit kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Direktur Utama Bank KEB Hana Park Sung-Ho mengatakan bantuan alat tes antibodi tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya dalam membantu pemerintah menangani persoalan virus COVID-19 di Indonesia.

“Kami berharap upaya nyata Bank KEB Hana mendukung pemerintah dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona yang semakin luas di Indonesia,” ujar Park Sung-Ho dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Menurutnya, alat rapid test dengan jenis Standard Q COVID-19 IgM/IgG Duo merupakan alat tes yang telah diakui standarnya oleh pemerintah Indonesia.

“Perusahaan mendatangkan alat rapid test itu langsung dari Korea Selatan, negara yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) paling cepat dan transparan dalam mengontrol dan menangani virus corona,” ujarnya.

Park Sung-Ho menyebutkan Korea Selatan menjadi salah satu negara yang stabil dalam penanganan pandemi tersebut. Hal ini didukung oleh pengalaman dan teknologi Negeri Ginseng itu di masa lalu terkait pengadaan test kit.

Sementara, Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi memberikan apresiasi kepada Bank KEB Hana karena turut membantu meringankan beban pemerintah dengan memberikan dukungan untuk percepatan penanganan COVID-19.

“Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh dan solusi yang baik bagi seluruh pihak untuk menghentikan laju penyebaran wabah tersebut,” kata Oscar.

Direktur Kepatuhan dan Risiko Bank KEB Hana Bayu Wisnu Wardhana menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk turut berperan penting dalam memajukan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan tetap memberikan layanan yang terbaik.

Selain itu, Bank KEB Hana juga mengedukasi serta menerapkan pelayanan digital agar dapat memberikan layanan terbaik tanpa harus bertatap muka.

“Kami berharap upaya kami terkait bantuan rapid test dapat menstimulasi institusi keuangan lainnya di Indonesia untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan corona. Ke depannya, kami akan lebih aktif lagi mencari berbagai kegiatan donasi yang dapat membantu negara,” ujar Bayu.

Hingga Selasa, 5 Mei 2020, total kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 12.071 kasus dengan penambahan 484 orang dalam sehari. Dari jumlah itu, sebanyak 9.002 orang tengah dirawat, sejumlah 2.197 orang sembuh, dan sisanya 872 orang meninggal dunia. (SKO)