Bank KEB Hana Berikan Bantuan untuk Korban Bencana Tsunami Palu-Donggala

TrenAsia (TA) -tcodep class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background: white;">JAKARTA – PT Bank KEB Hana Indonesia memberikan bantuan sumbangan barang kebutuhan sehari-hari bagipara korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

 

Direktur Utama Bank KEB Hana Lee Hwa Soo menyampaikan, turut berduka atas kejadian tersebut. Bantuan dari KEB Hana diharapkan dapat meringankan beban korban yang terkena gempa.

 

“Kami turut berduka terhadap bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. Doa kami untuk para korban dan para keluarga yang telah ditinggalkan karena peristiwa alam yang tidak kita sangka terjadi begitu saja. Kami harap bantuan dari Bank KEB Hana dapat meringankan beban masyarakat Palu dan Donggala yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami,” ujarnya, belum lama ini.

 

Lee Hwa Soo menjelaskan, bantuan Bank KEB Hana ke Palu dan Donggala mulai diberikan pada 4-7 Oktober 2018. Selain bantuan berupa barang, Bank KEB Hana juga memberikan sumbangan tenaga dengan mengerahkan para karyawan kantor pusat dan karyawan kantor cabang Makassar untuk menyalurkan sumbangan tersebut.

 

“Bantuan kepada masyarakat Palu dan Donggala merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap bencana yang terjadi di Indonesia. Kondisi para pengungsi yang kami lihat memang memperihatinkan, mereka dalam keadaan masih trauma. Saat ini yang sangat di perlukan bukan hanya bantuan logistik namun juga sumber daya manusia,” ujar IT Project Management Divison Head Bank KEB Hana Benedict Sulaiman.

 

Bantuan yang diberikan Bank KEB Hana antara lain berupa tenda, selimut, obat-obatan, bahan makanan, serta kebutuhan wanita dan anak-anak. Donasi dari perusahaan diberikan langsung kepada para korban melalui Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin.

 

Gempa bumi dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada 28 September lalu. Pusat gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 8 Oktober 2018, sebanyak 1.948 orang telah meninggal dunia karena bencana tsunami tersebut.