Bank Jatim Bidik Peningkatan Kinerja Intermediasi dari Momentum Perekrutan ASN

07 September 2021 14:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman bersama Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha saat launching JConnect. (istimewa)

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membidik peningkatan kinerja intermediasi melalui perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun ini. Dari perekrutan ASN baru, BJTM membidik pertumbuhan aset 5%-6% year on year (yoy) pada 2021.

“Ini resilience, perekrutan ASN memberikan dampak yang baik bagi kredit konsumer dan tabungan,” ucap Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman dalam paparan terbuka virtual, Selasa, 7 September 2021.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tercatat bakal membuka 13.496 formasi ASN pada tahun anggaran 2021. Kondisi ini bisa memacu penyaluran kredit segmen konsumer melalui payrolls loan.

Pertumbuhan penyaluran kredit segmen konsumer tercatat paling lambat dibandingkan segmen lainnya di Bank Jatim. Segmen konsumer hanya tumbuh 5,26% yoy dari Rp23,47 triliun pada kuartal I-2020 menjadi Rp24,71 triliun pada kuartal I-2021.

Bandingkan dengan segmen komersial mau pun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu melesat double digit. Penyaluran kredit segmen UMKM tumbuh 14,62% yoy menjadi Rp7,2 triliun dari sebelumnya Rp6,3 triliun.

Berselisih tipis, kredit segmen komersial tumbuh 13,39% yoy dari Rp9,37 triliun pada kuartal I-2020 menjadi Rp7,2 triliun pada kuartal I-2021. Secara keseluruhan, penyaluran kredit Bank Jatim merangkak naik 8,72% yoy menjadi Rp42,59 triliun dari sebelumnya RP39,18 triliun.

Di sis tahun ini, Bank Jatim berharap rampungnya perekrutan ASN bisa memotori pertumbuhan kredit.  Busrul mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 8%-9% yoy pada tahun ini.

Selain itu, ASN praktis menjadi basis baru bagi Dana Pihak Ketiga (DPK) di Bank Jatim. Hingga kuartal I-2021, raihan DPK di emiten bersandi BJTM ini mencapai Rp81,52 triliun atau naik 27,36% yoy.

“ASN ini praktis juga jadi tabungan baru sehingga menambah DPK di perseroan,” jelas Busrul.

Secara profitabilitas, Bank Jatim mengalami kelesuan. Hal ini dapat dilihat dari menipisnya dana murah atau CASA yang merosot dari 68,94% pada kuartal I-2020 menjadi 55,40% pada kuartal I-2021.

Meski capaian intermediasi meningkat, nyatanya tidak dapat mengerek net interest margin (NIM) Bank Jatim. NIM Bank Jatim merosot menjadi 5,06% pada kuartal I-2021 dari sebelumnya 5,79% pada kuartal I-2020.

Kondisi penurunan profitabilitas juga terlihat dari return on equity (ROE) yang ambles dari 19,41% pada kuartal I-2020 menjadi 18,54% pada kuartal I-2021. Senasib,  return on asset  (ROA) yang turun dari 2,73% pada kuartal I-2020 menjadi 2,31% pada kuartal I-2021.

Berita Terkait