Bank Hana Fasilitasi Green Loan ke Chandra Asri Rp189 Miliar

April 19, 2021, 08:29 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Warga melintas dengan latar belakang logo di gedung KEB Hana Bank, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank Hana) memfasilitasi Green Loan sebesar US$13 juta atau setara Rp189,69 miliar (asumsi kurs Rp14.592 per dolar Amerika Serikat) kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

CEO Bank Hana, Mr. Park Jong Jin menjelaskan fasilitas ini dikhususkan untuk keberlanjutan proyek ramah lingkungan yang telah berhasil diselesaikan oleh Chandra Asri di lokasi produksinya di Cilegon, Banten.

“Pembiayaan inovatif dan tanpa jaminan ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan biaya lainnya, dengan persyaratan yang kompetitif, untuk meningkatkan dan mendiversifikasi kapasitas likuiditas Chandra Asri,” kata Park Jong Jin dalam keterangan resmi, Senin, 19 April 2021.

Di sisi lain, Chief Financial Officer Chandra Asri Andre Khor menyebut perseroan berkomitmen penuh untuk menjunjung tinggi standar Environmental, Social and Governance (ESG). Konsep ini juga diusung perusahaan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Keberlanjutan merupakan bisnis yang bagus, serta kita semua bisa mengambil manfaat dengan melakukan hal yang baik,” tambahnya.

Dua proyek yang telah selesai dan memenuhi persyaratan untuk pembiayaan adalah pembangunan Enclosed Ground Flare (EGF) dan penggunaan Electrical forklift (E-Forklift) oleh Chandra Asri. Enclosed Ground Flare mampu membakar 220 ton hidrokarbon per jam dengan menggunakan metode pembakaran tertutup.

Di tengah situasi pandemi, perusahaan juga mampu menyelesaikan pembangunan konstruksi secara aman, dengan tepat waktu, serta sesuai spesifikasi dan anggaran yang ditentukan.

Dengan mengganti suar konvensional, Chandra Asri akan mampu mengurang tingkat kebisingan hingga 30%, serta menghilangkan panas dan emisi cahaya, tanpa adanya pelepasan asap.

Proyek ramah lingkungan kedua adalah penggantian forklift, yang sebelumnya menggunakan pembakaran konvensional, dengan forklift listrik.

Proyek yang telah diselesaikan pada 2020 ini semakin kembali menekankan komitmen Chandra Asri untuk membangun sistem transportasi yang berkelanjutan dalam rantai pasokannya. 

Armada baru yang terdiri dari 53 forklift ini menggunakan baterai lithium, dengan listrik yang bersumber dari ekosistem panel surya. Penggunaan e-forklift ini tidak menghasilkan emisi.

Serta dapat mengurangi 69.455 kg LPG, menghemat 165.360 liter solar, menurunkan 446.472 metrik kilogram karbon dioksida, dan menghilangkan pembuangan nitrogen oksida setiap tahunnya. (LRD)