Laba Pertengahan Tahun Bank Danamon Naik 18 Persen, Capai Rp998 Miliar

29 Juli 2021 09:37 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Gedung kantor Bank Danamon di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengantongi laba bersih senilai Rp988 miliar pada semester I-2021, naik 18% dari periode tahun lalu Rp845 miliar.

Direktur Utama Danamon, Yasushi Itagaki mengatakan, kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi dan perbankan komersial, serta institusi keuangan sebesar 11%.

“Kami menerapkan sejumlah insiatif sejak pandemi seperti restrukturisasi kredit, secara proaktif meningkatkan provisi, dan memperkuat kolaborasi dengan MUFG,” kata Yasushi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis 29 Juli 2021.

Ia juga menjabarkan, perseroan merekam sejumlah peningkatan seperti pendapatan bunga bersih yang naik 6% quartal to quartal (qtq) pada kuartal II-2021 Rp 3,5 triliun. Selain itu, pendapatan non bunga pada kuartal II- 2021 juga mengalami peningkatan sebesar 5% dibandingkan dengan kuartal I- 2021. 

Selanjutnya, giro dan tabungan (CASA) naik 10% menjadi Rp 68 triliun. Sedangkan rasio CASA mencatatkan kinerja baik menjadi 56,3% dari 53,2% di periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Penyebabnya karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular. Struktur pendanaan yang baik ini membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan kedepannya,” tambah dia.

Dari segi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR) berada pada posisi 26,1%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 26,5%.

Selain penyaluran kredit yang meningkat, rasio kredit bermasalah (non performing loans) gross perseroan juga tercatat membaik. NPL Bank Danamon berada pada level 3,0%, membaik 120 basis poin dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ini menunjukan, sambung Yasushi, Danamon senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang ketat serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. 

Adapun, rasio biaya kredit (cost of credit ratio) stabil pada tingkat 3,9%, sementara kredit yang direstrukturisasi terus menurun. NPL coverage ratio sebesar 176,9% meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 117,2%.

Berita Terkait