Bank KB Bukopin Patok Harga Rights Issue Rp200 per Lembar, Incar Dana Rp7,04 Triliun

10 November 2021 14:33 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Vega Aulia

Kantor cabang KB Bukopin di kawasanan Pondok Indah Jakarta Selatan, Senin 11 Oktober 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Emiten perbankan PT Bank KB Bukopin Tbk menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp200 per lembar. Emiten bersandi saham BBKP ini akan melepas maksimum 35,21 miliar lembar saham baru. Dengan harga yang sudah ditetapkan, Bank KB Bukopin membidik dana hingga Rp7,04 triliun dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI ini.

Setiap pemilik 200 juta saham lama akan memperoleh 215,55 juta saham baru. Bank asal Korea Selatan KB Kookmin Bank Co Ltd telah menyatakan komitmen untuk mengeksekusi haknya 23,59 miliar saham atau senilai Rp4,7 triliun. 

Pemegang saham mayoritas BBKP ini juga akan bertindak sebagai standby buyer dan siap menyerap paling banyak 3,5 miliar saham atau senilai Rp700 miliar bila investor lain tidak mencaplok haknya.

Berdasarkan prospektus perseroan seperti dikutip Rabu, 10 November 2021, sebanyak 84% dana segar hasil rights issue ini akan digunakan untuk ekspansi kredit pada segmen ritel, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), komersil, dan Indonesia-Korea business link.

Sementara 16% sisanya dialokasikan untuk investasi di bidang pengembangan teknologi, terutama penguatan digital banking ecosystem dan next generation banking system. 

BBKP tercatat membukukan kinerja keuangan yang positif hingga semester I-2021. Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 194% secara tahunan (year on year/yoy) pada paruh pertama tahun ini.

Laba bersih BBKP terbang dari Rp21,75 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp152,60 miliar pada semester I-2021. Padahal, pendapatan bunga BBKP pada semester I-2021 ini mengalami tekanan cukup dalam.

Pendapatan bunga bersih BBKP pada semester I-2021 ini mencapai Rp389,82 miliar. Capaian itu lebih rendah 49% dibandingkan dengan semester I-2020 yang mencapai Rp768,59 miliar. 

Rupanya, pertumbuhan laba bersih yang signifikan itu dipicu oleh kemampuan BBKP meredam beban operasional hingga hampir 6 kali lipat. Beban operasional BBKP ditekan dari Rp705,32 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp166,64 miliar pada semester I-2021.  

Berikut jadwal lengkap pelaksanaan rights issue BBKP:

Tanggal Efektif : 8 November 2021 

Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 16 November 2021 

Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai: 18 November 2021 

Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 17 November 2021 

Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 19 November 2021 

Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk Memperoleh HMETD: 18 November 2021 

Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 22 November 2021 

Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD: 22 – 26 November 2021 

Tanggal Terakhir Pembayaran Pelaksanaan HMETD: 30 November 2021 

Tanggal Penjatahan: 1 Desember 2021 

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham (Refund) : 2 Desember 2021

Berita Terkait