Bank BRI (BBRI) Pede Laba Bersih Capai Rp40 Triliun pada 2022

14 September 2022 21:45 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Tangerang, Kamis 29 Juli 2021. (TrenAsia/Panji Asmoro)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Sunarso mengemukakan optimistis akan laba bersih perseroan bisa mencapai setidaknya Rp40 triliun pada akhir 2022.

"Saya sangat optimistis dan yakin seyakin-yakinnya akhir tahun nanti BRI akan membukukan laba tidak kurang dari Rp40 triliun," kata Sunarso dalam perhelatan Public Expose Live 2022 BBRI, Rabu, 14 September 2022.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BBRI Viviana Dyah mengemukakan bahwa perseroan telah mencanangkan sejumlah proyeksi kinerja pada tahun 2022.

Yang pertama, untuk jumlah kredit diperkirakan akan tumbuh di kisaran 9% hingga 11% yang mana pendorongnya berasal dari segmen mikro dan ultra mikro.

Kemudian, net interest margin atau marjin bunga bersih pada akhir tahun diprediksi akan berada pada kisaran 7,7% hingga 7,9% sementara cost of credit diperkirakan akan menyentuh kisaran 2,7% sampai 2,9%.

"Kemudian untuk operational expense (opex), pertumbuhan overhead cost growth itu masih ada di kisaran 6% sampai dengan 8% sementara untuk non-performing loan (NPL) itu masih akan ada di 2,8% sampai 3%," ungkap Vivi.

Optimisme BBRI didukung pula oleh capaian laba bersih yang dihimpun BBRI sampai dengan kuartal II-2022 yang mana angkanya mengalami pertumbuhan 98,4% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

"Secara konsolidasian sampai dengan kuartal II-2022, profitabilitas BRI mampu tumbuh positif di mana laba bersih BRI naik signifikan di mana BRI membukukan laba Rp24,9 triliun atau tumbuh 98,4% yoy," kata Sunarso.

Total aset BBRI pun mengalami pertumbuhan 6,4% secara tahunan atau yoy menjadi Rp1,65 kuadriliun dengan penyaluran kredit yang meningkat 8,7% yoy menjadi Rp1,1 kuadriliun.

Sementara itu, proporsi kredit UMKM BBRI pun mengalami pertumbuhan dari 82,5% pada akhir kuartal II-2021 menjadi 83,3% pada akhir kuartal II-2022.

Rasio NPL atau kredit macet terjaga di angka 3,26%, sedangkan NPL coverage tercatat sebesar 266,3% per akhir kuartal II-2022.

BBRI juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 3,7% menjadi Rp1,13 kuadriliun. Untuk dana murah atau current account saving account (CASA), pertumbuhan mencapai 13,4% secara tahunan.

Dengan demikian, porsi CASA meningkat menjadi 65,1% dari total DPK BBRI atau naik dari kuartal II tahun lalu yang mencatat porsi CASA sebesar 59,6%.

Berita Terkait