Bangkai Kapal Ini Dikhawatirkan Memunculkan Ledakan Dahsyat Ala Beirut

August 09, 2020, 09:15 AM UTC

Penulis: AZ

Bangkai kapal era Perang Dunia II di pantai Inggris /Forbes

LONDON-Sebuah kapal kargo Amerika yang tenggelam di lepas pantai London selama Perang Dunia II dapat menyebabkan ledakan besar yang menyaingi ledakan dahsyat di Beirut awal pekan ini.

Pada bulan Agustus 1944, SS Richard Montgomery, sebuah kapal yang mengangkut pasokan bolak-balik ke Eropa setelah invasi D-Day, tenggelam di muara Sungai Thames di jalur laut menuju London. Pihak berwenang bersiap untuk memotong tiang kapal untuk membuat kapal lebih aman, tapi bahkan itu bisa menyebabkan kapal meledak dengan konsekuensi yang menghancurkan.

Richard Montgomery adalah salah satu dari 2.711 yang disebut “Kapal Liberty” yang dibangun di galangan kapal Amerika selama Perang Dunia II. Mudah untuk dibangun dan mampu membawa lebih dari 10.000 ton kargo, Kapal Liberty menjadi tulang punggung untuk memasok perang melawan kekuatan Axis. Kapal memasok memasok kebutuhan dan pasukan untuk Soviet, Inggris, dan Amerika ke seluruh dunia.

Sebelum tenggelam, Richard Montgomery sedang menunggu konvoi menuju Prancis dan mengambil posisi di muara Sungai Thames. Dia dipenuhi dengan 6.000 ton persediaan dan amunisi tersebut tiba-tiba kandas.

Operasi darurat dilakukan untuk memindahkan sebanyak mungkin kargo, tetapi Richard Montgomery tenggelam dengan masih membawa sekitar 1.400 ton amunisi termasuk bom dengan daya ledak tinggi dan bom fragmentasi.

Sekarang bangkai kapal berada di perairan dangkal dengan tiang-tiangnya masih terlihat, tak jauh dari Sheerness, sebuah kota dengan populasi 12.000 orang.

Semakin Labil

Kapal itu hampir tidak tersentuh selama 76 tahun terakhir. Pihak berwenang di masa lalu mengatakan bangkai kapal relatif stabil, tetapi survei terbaru menunjukkan adanya bahaya baru.

Survei rutin dilakukan untuk menilai keadaan Richard Montgomery yang berkarat. Yang terbaru, menggunakan sonar multibeam dan survei laser dan  memberikan gambaran rinci. Hasilnya tidak menggembirakan.

Kapal Liberty/Forbes

 “Penurunan hingga 60cm terlihat di lapisan dek yang runtuh di sekitar Hold 2, area dek gate terus menunjukkan tanda runtuh dengan beberapa puing jatuh ke dasar laut,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip Forbes 7 Agustus 2020 .”

Yang dikhawatirkan adalah detonator berkarat bisa menjadi tidak stabil. Guncangan apa pun, seperti bagian dari bangkai kapal yang runtuh, dapat memicu reaksi berantai dan menyulut seluruh muatan.

Menurut penilaian terbaru oleh Badan Penjaga Pantai dan Maritim Inggris, tiang-tiang yang mencuat keluar dari air  kemungkinan menimbulkan tekanan yang tidak semestinya pada sisa struktur kapal yang menyebabkan risiko runtuh.

Badan tersebut berencana untuk mengurangi risiko ini dengan memperpendek tiang, dengan tawaran untuk pekerjaan ditutup minggu ini. Tetapi pekerjaan ini sendiri juga dapat secara tidak sengaja memicu ledakan.

Menteri Transportasi Inggris Kelly Tolhurst menyatakan bahwa setiap pekerjaan seperti ini membawa risiko. Dia mengatakan bahwa pemindahan tiang akan dilakukan dengan bantuan ahli militer.

Richard Montgomery berjarak lebih dari satu mil dari pantai dan sebagaimana ditulis Forbes, ledakan akan menyebabkan tsunami mini setinggi antara 4 dan 16 kaki, menghancurkan jendela sejauh bermil-mil, dan memiliki efek yang menghancurkan kapal yang lewat. Apalagi bangkai kapal berbatasan dengan jalur pelayaran yang sibuk.

Ada contoh kasus pada tahun 1967 ketika ada upaya untuk memindahkan kapal transportasi amunisi lain yang tenggelam  yakni SS Kielce. Upaya tersebut menyebabkan ledakan besar. Untungnya bangkai kapal jauh lebih jauh dari pantai hingga tidak memunculkan kerusakan.