Bangga! 4,8 Ton Produk Tempe Olahan UKM Indonesia Dinikmati Masyarakat Jepang

18 Juni 2021 18:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Aktivitas pekerja mencuci kedelai untuk memproduksi tahu di industri rumahan pembuatan tahu di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Produk tempe hasil olahan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia diekspor ke Jepang. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut ekspor kali ini merupakan yang perdana.

“Sangat membanggakan, ini menunjukkan makanan asli Indonesia semakin mendunia. Selain itu, terbukti ekspor Indonesia terus melaju di tengah pandemi,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 18 Juni 2021.

Lutfi bilang, Indonesia kini telah menghasilkan diversifikasi produk yang bisa menjadi pilihan para pembeli mancanegara.

Adapun ekspor kali ini digawangi oleh PT Arumia Kharisma Indonesia bersama pelaku UKM Rumah Tempe Azaki sebanyak 4,8 ton atau senilai US$13.000 yang setara Rp187,2 miliar (asumsi kurs Rp14.400 per dolar Amerika Serikat).

Produk tempe tersebut dikemas dalam seberat 450 gram. Disebutkan, produk sudah disesuaikan dengan bentuk, ukuran, resep pengolahan, dan kemasan yang diinginkan oleh pasar Jepang.

Nantinya, distribusi produk tempe akan dioperasikan oleh salah satu chain wholesale supermarket terbesar di Jepang dengan jaringan 800 gerai.

Kolaborasi tersebut, kata Lutfi, menjadi salah satu contoh bagi UKM lainnya untuk meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.

Menurutnya, ekspor perdana ini menjadi momen penting dalam membidik nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia ke seluruh dunia.

Selama ini, 60% konsumsi pangan Jepang mayoritas dinilai berasal dari produk impor, termasuk tempe yang didaulat sebagai superfood asli Indonesia. Konsumsi tempe pun mulai tumbuh di negara-negara maju selain Jepang.

Sebagai informasi, sepanjang 2020, ekspor produk pangan Indonesia ke pasar Jepang sebesar mencapai US$19,1 juta atau tumbuh 16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun total perdagangan Indonesia-Jepang pada periode Januari – April 2021 tercatat sebesar US$9,84 miliar atau meningkat 1,87% dari 2019. Rinciannya, ekspor sebesar US$5,47 miliar dan impor Indonesia dari Jepang sebesar US$4,37 miliar.

Berita Terkait