Bancassurance Jadi Andalan Asuransi Jiwa

JAKARTA—Jalur bancassurance menjadi andalan sebagai sarana paling efektif untuk industri asuransi jiwa.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan jalur distribusi bancassurance menyumbang sebesar 45%, yakni sebesar Rp79,77 triliun terhadap pertumbuhan premi tahun 2019. Sementara kontributor kedua adalah jalur distribusi agensi yakni sebanyak 39,8% atau senilai Rp73,36 triliun.

Secara keseluruhan, pertumbuhan premi tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,8% dari Rp185,88 triliun pada 2018 menjadi Rp196,69 triliun pada 2019.

“Kalau ditinjau dari kanal distribusi, ditinjau dari jalur distribusi, jalur pemasaran, maka terlihat bahwa baik agen maupun banccassurance itu bertumbuh secara nilai premi di tahun 2019. Tetapi yang menarik bahwa di tahun 2019, dua jalur utama pemasaran utama dan dua-duanya bertumbuh,” katanya di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Bancassurance adalah suatu program kerja sama antara bank dengan perusahaan asuransi. Bank akan menjual produk asuransi dari perusahaan asuransi tersebut kepada para nasabahnya. Kedua belah pihak nantinya akan berbagi komisi dari penjualan produk asuransi tersebut.

Budi meyakinkan bahwa jalur pemasaran bancassurance sungguh penting bagi industri asuransi jiwa. Dengan langkah tersebut distribusi asuransi jiwa terhadap masyarakat Indonesia dapat terlaksana dengan cepat dan tersebar secara luas.

Data AAJI menyebutkan, industri asuransi tercatat mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar Rp243,20 triliun pada 2019. Angka ini meningkat sebanyak 18,7% dari 2018 yang sebesar Rp204,89 triliun. Data tersebut dihimpun berdasarkan 59 dari total 60 perusahaan di bidang asuransi jiwa yang tergabung dalam AAJI. (SKO)

Tags:
AAJIAgensiAsosiasi Asuransi Jiwa Indonesiaasuransi jiwaBancassuranceIndustri Asuransi JiwaPremi asuransi
%d blogger menyukai ini: