Bakal Punya 380 juta Konsumen, Asia Tenggara Juara Transformasi Digital

01 September 2021 11:05 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Warga mengakses website Bukalapak di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Sepanjang 2020, penduduk Asia Tenggara bersama dengan masyarakat global bersama-sama migrasi dari kegiatan luar jaringan (luring/ offline) menjadi dalam jaringan (daring/ online). 

Hasil survei Facebook yang dipublikasikan 30 Agustus 2021 melaporkan, Asia Tenggara memimpin transformasi digital di seluruh kawasan Asia Pasifik. Bahkan, Facebook menyebut Asia Tenggara sebagai rumah transformasi digital.

Dari enam negara yang disurvei, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, riset tersebut menemukan terdapat 70 juta orang menjadi konsumen digital sejak awal pandemi. Secara akumulatif, tahun ini diperkirakan ada sebanyak 380 juta orang menjadi konsumen digital.

Dengan kata lain, 8 dari 10 orang di atas 15 tahun di Asia Tenggara akan menjadi konsumen digital tahun ini. Diperkirakan, tiap orang di kawasan ini menghabiskan uang untuk belanja online sebesar US$381 atau setara dengan Rp5,45 juta (asumsi kurs Rp14.306 per dolar Amerika Serikat) hingga akhir tahun ini.

Pertumbuhan penetrasi ritel online Asia Tenggara juga melampaui Brasil, Cina, atau India, dari 5% pada 2020 menjadi 9% pada 2021. Angka ini juga mengalami pertumbuhan 85% dibandingkan tahun lalu. Sementara Brasil naik 14%, India 10%, dan Cina 5%.

“Di masa depan, kita akan berbicara tentang perdagangan digital alih-alih nilai dan penetrasi barang dagangan kotor. Sehingga bisnis perlu fokus untuk mendorong nilai terbaik dari perjalanan pembelian omnichannel,” kata Chief Strategy Officer Lazada Group, Magnus Ekbom dikutip dari survei tersebut, Rabu 1 September 2021.

Berita Terkait