Bakal IPO Lepas 2,7 Miliar Saham, Ternyata Cemindo Gemilang Milik Konglomerat Martua Sitorus

12 Agustus 2021 12:42 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Produsen Semen Merah Putih PT Cemindo Gemilang Tbk milik konglomerat Martua Sitorus / Dok. Semen Merah Putih (Semenmerahputih.com)

JAKARTA – Rencana Initial Public Offering (IPO) PT Cemindo Gemilang Tbk bakal meramaikan daftar emiten semen di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti diketahui, produsen semen merah putih tersebut akan melantai dengan kode saham CMNT.

Berdasarkan prospektus perseroan di laman resminya, saham yang akan dilepas sebanyak-banyaknya 2,7 miliar  Saham Biasa Atas Nama. Jumlah tersebut setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham. Adapun harga penawaran yang dipatok sebesar Rp600-Rp800 per saham. 

Menariknya, saat ini pemegang saham pengendali Cemindo adalah WH Investments Pte. Ltd.,. Perusahaan tersebut menggenggam 14,96 miliar atau 97,12% saham perseroan. Sementara itu, sisanya dimiliki oleh PT Gama Group, yakni sebanyak 443,80 juta atau setara dengan 2,88% saham.

WH Investments Pte Ltd sendiri merupakan perusahaan asal Singapura yang sebagian besar kepemilikannya dipegang oleh Martua Sitorus. Nama ini dikenal sebagai salah satu dari konglomerat di Indonesia.

Berdasarkan data real time Forbes, saat ini ia menempati peringkat ke-10 orang terkaya di Tanah Air. Kekayaannya per April 2021 tercatat mencapai US$2 miliar atau setara Rp29 triliun (kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan April tahun lalu yang sebesar US$1,8 miliar.

Dalam prospektus Cemindo, kepemilikan saham Martua Sitorus tidak dimiliki secara langsung. Ia menguasai lewat tiga perusahaan yang menggenggam saham WH Investment.

Pertama, Agapier Investment Ltd yang menguasai sebesar 0,97%, MRJS Incorporation Pte Ltd sebesar 25,12%, dan Burlingham Internasional Ltd yang menggenggam 73,33% saham WH Investment.

5 Kepentingan IPO Cemindo

Diketahui, seluruh dana dari hasil IPO nantinya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham akan digunakan untuk lima kepentingan.

Pertama, kurang lebih 58% akan digunakan untuk modal kerja. Kedua, sebesar 17% untuk pembayaran atas sebagian pokok utang dari pinjaman sindikasi. Ketiga, sebesar 11% untuk pembayaran sebagian utang kepada Sinoma International Engineering Co., Ltd.

Kemudian keempat, kurang lebih 8% untuk belanja modal (capital expenditure), dan terakhir sebesar 6% untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Sinoma Engineering Indonesia.

Adapun jadwal perkiraan tanggal efektif yang ditetapkan, yakni 27 Agustus 2021 dengan perkiraan masa penawaran umum 31 Agustus – 2 September 2021. Kemudian perkiraan tanggal pencatatan di BEI, yakni pada 6 September 2021.

Menutip laporan keuangan perseroan, laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk per kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp115 miliar, menurun hingga 75% year-on-year (yoy) dari Rp471 miliar per kuartal I-2020. Penjualan yang dibukukan sebesar Rp2 triliun, jauh lebih rendah 71,8% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp7,1 triliun.

total aset perseroan per kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp18,5 triliun, menurun dibandingkan dengan total aset per akhir 2020 yang sebesar Rp19 triliun. Total liabilitas yang dibukukan per kuartal I-2021 sebesar Rp15,6 triliun dengan total ekuitas Rp2,9 triliun.

Berita Terkait