Bahlil Sebut Tesla dan BASF Segera Teken Kontrak Investasi di Indonesia

January 28, 2021, 11:39 AM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Elon Musk / Reuters

JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut dua perusahaan raksasa, Tesla Inc dan BASF akan menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi dari kedua perusahaan ini masuk ke sektor industri kendaraan listrik.

“Yang akan kami teken ini adalah BASF sama Tesla,” ujarnya dalam konferensi daring saat menyampaikan realisasi investasi nasional 2020, beberapa waktu lalu.

Tesla merupakan perusahaan otomotif milik orang terkaya kedua di dunia, Elon Musk. Perusahaan ini memiliki nilai pasar hampir mendekati US$500 miliar. Pada akhir 2020, diketahui Presiden Joko Widodo mengajak Tesla untuk berinvestasi di Tanah Air.

Hal itu terungkap dalam pembicaraan telepon antara Jokowi dengan Elon Musk. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendampingi Jokowi dalam pembicaraan tersebut.

“Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pada Space X,” kata Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 12 Desember 2020.

Kerja sama ini dilakukan untuk mendorong pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) beserta infrastruktur pendukungnya di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah gencar mengundang sejumlah pabrikan otomotif untuk berinvestasi di Tanah Air.

Adapun untuk BASF, perusahaan asal Jerman ini bergerak di bidang industri kimia. Mengutip laman resmi perusahaan, ia telah beroperasi di Indonesia sejak 1976. Pada 2019, pencapaian penjualannya pun mencapai Rp462 juta euro.

Di Indonesia, BASF berkontribusi memasok pelanggan di industri agrikultur, pangan, perawatan rumah, otomotif, dan bahan kimia dasar. Adapun jumlah pekerja di Indonesia saat ini sebanyak 645 karyawan.

Melalui kerja sama baru dengan kedua perusahaan tersebut, Bahlil optimistis target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp900 triliun bisa tercapai. Ia bilang, jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan target dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rp855,8 triliun dan BKPM yang sebesar Rp886 triliun.

“Namun, Pak Presiden yakin seiring dengan peluang positif adanya vaksinasi dan pemulihan ekonomi,” kata Bahlil.

Sebagai informasi, realisasi investasi yang dilaporkan BKPM pada 2020 mencapai 826,4 triliun atau tumbuh 2,1% year-on-year (yoy). Jumlah ini mencapai 101,1% atau melebihi target 2020 yang dipatok Rp817,2 triliun.

Realisasi tersebut disumbang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atau 49,9% dari total investasi.