Bahlil Sebut Anggaran Kementerian Investasi 2022 Capai Rp1,3 Triliun

01 September 2021 21:40 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengikuti rapat dengan komisi VI DPR RI, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021 (Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA -Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahladalia mengatakan bahwa pagu anggaran Kementerian Investasi tahun depan mencapai Rp1,3 triliun. Anggaran tersebut meningkat dari pagu indikatif tahun ini sebesar Rp1 triliun.

Dia menyebut bahwa anggaran tahun 2022 terdiri dari pagu indikatif sebesar Rp711,51 miliar dan usulan tambahan anggaran yang mencapai Rp600 miliar.

Pagu indikatif dialokasikan untuk dua segmen Kementerian Investasi, yaitu program dukungan manajemen sebesar Rp300,90 miliar dan program penanaman modal sebesar Rp410,61 miliar.

"Dari target yang disampaikan pemerintah, anggaran kami di tahun 2021, dari Rp1 triliun turun menjadi Rp800 miliar. Itu masih BKPM. Sekarang sudah jadi Kementrian, anggarannya sudah turun sebesar Rp711,51 miliar. Karena itu kami mengajukan anggaran tambahan sekitar Rp600 miliar (total) menjadi Rp1,3 triliun," ujar Bahlil dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, dikutip Rabu, 1 September 2021.

Dia menjelaskan bahwa usulan tambahan anggaran senilai Rp600 miliar akan dialokasikan untuk untuk mengejar target investasi besar tahun depan. Salah satunya untuk mengekseksusi penanaman modal yang ditarget lebih dari Rp1.200 triliun.

"Kami butuh anggaran ini untuk mencapai target investasi Rp1.200 triliun karena pertumbuhan ekonomi kita ke depan di atas 5 persen itu apabila investasi kita di atas Rp1.200 triliun untuk yang investasi langsung. Kenapa, kita baca pertumbuhan ekonomi di kuartal II 7,07 persen itu salah satu kontribusinya terbesarnya adalah investasi yang tumbuh hampir 8 persen," papar Bahlil.

Dia menambahkan, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk mengejar target Presiden Joko Widodo terkait hilirisasi industri, digitalisasi UMKM dan ekonomi hijau.

"Kami juga membuat kolaborasi pengusaha nasional dari daerah. Kami akan membuat Permennya (Peraturan Menteri)," imbuhnya.

Realisasi Anggaran 2021

Dalam rapat itu, Bahlil menyebut bahwa realisasi anggaran Kementerian Investasi baru mencapai 44,86% hingga Juni 2021.

Dari pagu anggaran yang disetujui Kementerian Keuangan sebesar Rp1 triliun yang kemudian di-refocusing menjadi Rp834,77 miliar, dana yang terealisasi baru mencapai Rp374,50 miliar.

Dia menyebut bahwa pihaknya akan mengejar target realisasi hingga akhir tahun hingga mencapai lebih dari 95%.
Adapun dana yang tersisa yaitu sekitar Rp460,27 miliar dari pagu APBN 2021.

"Realisasi anggaran kami di akhir Desember minimal sama dengan tahun kemarin yaitu 97,65 persen. Karena memang uangnya sangat sedikit jadi pasti akan habis," katanya dalam RDP dengan Komisi VI DPR.

Dia merinci bahwa realisasi anggaran pada semester pertama tahun 2021 terdiri dari belanjag pegawai sebesar Rp85,01 miliar, belanjag barang Rp240,65 miliar dan belanja modal Rp48,83 miliar.

Berita Terkait