Bagaimana Pesawat Il-76 Soviet Ini Bisa Ada di Tengah Gurun Pasir Arab?

07 Juni 2022 18:19 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Fakhri Rezy

(Khaleej Time)

ABU DHABI-Selama lebih dari dua dekade, sebuah pesawat  telah menjadi landmark yang familiar namun misterius di Umm Al Quwain (UAQ) Uni Emirat Arab. Tapi itu tidak akan lama lagi. Pesawat kargo era Soviet yang berada di dekat Baracuda Beach Resort di sepanjang E11 sedang dibongkar.

Khaleej Times mesin  pembongkaran merobek Ilyushin Il-76 setinggi 153 kaki pada hari yang panas. Beberapa pekerja terlihat di atap pesawat, bekerja di bawah terik matahari. Empat mesin turbofan yang menggerakkan pesawat yang dulu megah itu tergeletak di tanah dan sayapnya patah, tergantung lemas di sisi pesawat.

Tetapi pertanyaanya bagaimana pesawat itu bisa di tempat tersebut? Pesawat ini ternyata memiliki sejarah begitu panjang dan sebagian berada di dunia hitam.

IL-76 yang ditinggalkan di UAQ ini pernah menjadi bagian dari armada besar Ilyushins Uni Soviet. Pesawat kargo besar ini awalnya dibangun untuk militer Uni Soviet pada tahun 1971. Pesawat ini menggantikan Antonov 12 yang digunakan  sejak tahun 1959.

Menurut beberapa catatan, IL-76 di UAQ menerbangkan  bendera Uni Soviet hingga 1991. Dengan runtuhnya Uni Soviet, IL-76 diterbangkan oleh angkatan udara Rusia tetapi dinonaktifkan pada pertengahan tahun 1990an.

Pesawat itu diduga dijual  Rusia ke Air Cess. Sebuah  maskapai penerbangan yang beroperasi di Sharjah. Pesawat  terakhir terdaftar di Centrafrican Airlines. Baik Air Cess maupun Centralafrican terhubung dengan Viktor Bout. Dia adalah  seorang pedagang senjata internasional terkenal yang diduga menggunakan perusahaan penerbangannya untuk menyelundupkan senjata.

Uni Emirat Arab melarang Bout memasuki negara itu pada awal 2000-an. Dia ditangkap pada tahun 2008 di Amerika dan dijatuhi  hukuman 25 tahun penjara karena bersekongkol untuk membunuh orang Amerika.

Douglas Farah dan Stephen Braun, yang menulis Merchant of Death, sebuah buku tentang Viktor Bout, mengatakan bahwa pedagang senjata tersebut  menjual pesawat itu ke sebuah perusahaan periklanan di UEA. Pesawat akan digunakan menjadi papan iklan pinggir jalan di sepanjang jalan raya.

Penerbangan terakhir

Lantas seorang pilot disewa untuk menerbangkan pesawat ke UEA. Tetapi ketika pilot veteran itu memeriksa pesawat, dia menemukan hanya tiga  dari empat mesin yang berfungsi. "Pilot hendak mengatakan 'tidak', tapi Bout menawarinya US$20.000 untuk menerbangkannya," tulis mereka. Itu adalah tawaran yang tidak bisa dia tolak.

Sebuah video Youtube yang diposting sekitar sembilan tahun  lalu menunjukkan pesawat terbang di atas kabel listrik di sepanjang jalan pantai  dan kemudian mengeluarkan awan debu saat mendarat di landasan. 

"Pesawat itu bergetar hebat, mesin tergagap, tapi pilot veteran berhasil membujuk Ilyushin tua untuk mendarat lembut di pasir di sepanjang jalan raya," tulis Douglas Farah dan Stephen Braun dalam buku mereka.

Diyakini bahwa video tersebut diambil pada awal tahun 2000 karena saat itulah lapangan terbang Umm Al Quwain sedang diaspal. Tempat itu adalah lokasi skydiving yang populer pada saat itu tetapi kemudian ditutup setelah serangkaian kecelakaan.

Sejak itulah pesawat duduk di sepanjang pantai Umm Al Quwain.  “Sebuah pesawat berhidung merah di wilayah antah berantah tentu saja merupakan pemandangan yang tidak biasa dan memicu rasa ingin tahu," kata seorang ekspatriat Inggris yang sudah lama bekerja di UEA dikutip Khaleej Times 30 Mei 2022 lalu. "Saya ingat ada nama hotel yang terpampang di sisinya. Saya pikir itu iklan yang cerdas," katanya.

“Pesawat telah menjadi objek wisata yang tidak mungkin. Ini akan sangat dirindukan," kata Ashfaq, ekspatriat Pakistan yang bekerja di sebuah resor di Umm Al Quwain.

 

 

Berita Terkait