Badan Melebar Setelah Lebaran, Waktunya Beli Asuransi Kesehatan?

13 Mei 2022 12:01 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Fakhri Rezy

Sequis Life (TrenAsia)

JAKARTA - Fenomena badan melebar (berat badan naik) setelah lebaran lazim terjadi hampir di seluruh kota-kota di Indonesia. Berlebaran selama dua hari, ditambah libur panjang untuk bertemu kerabat di kampung halaman rasanya sulit untuk lepas dari aktivitas makan bersama.

Makan bersama seolah menjadi tema utama aktivitas mudik dan balik khalayak kebanyakan selama lebaran belum lama ini. Tapi perlu diingat bahwa makanan berlebih ditambah kurang bergerak bisa memicu kenaikan berat badan dan berisiko terserang penyakit. Bagi yang sudah memiliki penyakit penyerta malah berpotensi memperparah kondisinya dan mengakibatkan kematian.

Health Claim Senior Manager PT Asuransi Jiwa Sequis Life Yosef Fransiscus mengatakan naiknya berat badan utamanya disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Saat berlebaran biasanya tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta masih banyak lagi. 

Selain itu, waktu bulan puasa banyak juga yang berbuka dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis. Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. 

"Misalnya saja tubuh membutuhkan sekitar 2.000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan lebaran,” kata Yosef dalam website resmi dikutip Kamis, 12 Mei 2022.

Ditambahkan, tidak hanya kalori, makanan yang mengandung gula dalam santapan lebaran, seperti kue kering dan minuman manis, jika dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat serta mudah terserang penyakit diabetes.

Selain karena makanan tinggi kalori dan gula, penyebab lain kenaikan berat badan adalah kurang tidur dan kurang aktivitas fisik. Saat mudik, seringnya kita kurang beristirahat dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai. Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin, dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan meningkat.

Ditambah lagi dengan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga, maka tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. 

"Semua itu bisa menjadi bom waktu. Saran saya, saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan kalori pun terbakar. Pun usai lebaran, tetap olahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Bisa dengan jalan pagi, renang, jogging, serta yoga. Bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung, atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda,” tambah Yosef.

Menurut Yosef, ada baiknya untuk segera memiliki asuransi kesehatan selagi sehat sebab sakit bisa datang kapan saja. Perlu diingat, tidak semua orang bisa dapat diasuransikan. Jika sudah memiliki penyakit tertentu (pre-existing condition) dan hendak mengajukan asuransi bisa jadi perusahaan asuransi akan menolak pengajuan asuransi atau preminya akan lebih mahal karena diterima dengan syarat khusus (substandard) atau penyakit yang sudah ada akan dikecualikan (exception).

“Biasanya penolakan pengajuan asuransi terjadi jika seseorang sudah mengalami penyakit kritis seperti kanker, kelainan jantung, dan lain sebagainya. Pada akhirnya jika harus menjalankan pengobatan medis tanpa memiliki asuransi kesehatan akan membahayakan kondisi finansial dan keberlangsungan hidup keluarga,” kata Yosef.

Berita Terkait