Ayoconnect Raih Pendanaan Pra-Seri B Rp143,06 Miliar untuk Kembangkan Open Finance di Indonesia

01 September 2021 16:40 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Platform antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface/API) keuangan, Ayoconnect mengumumkan berakhirnya putaran pendanaan Pra-Seri B senilai US$10 juta atau setara dengan Rp143,06 miliar (asumsi kurs Rp14.306 per dollar Amerika Serikat) yang berasal dari Mandiri Capital dan Patamar Capital.

Pendanaan tersebut akan difokuskan terhadap pertumbuhan perusahaan, perekrutan, serta pengembangan produk Ayoconnect. Terutama dalam membangun ekonomi API di Indonesia yang terdiri dari solusi API full stack (Financial APIs, Bill APIs, Open Finance APIs, dan Insights APIs).

“Secara unik, Ayoconnect kini menjadi satu dari sedikit perusahaan di Indonesia yang mendapat investasi dari dua bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri dan Bank BRI, secara sekaligus,” kata Co-Founder dan CEO Ayoconnect, Jakob Rost dalam siaran pers, Rabu 1 September 2021.

Kehadiran mereka sebagai investor, lanjut Jakob, merupakan sokongan besar dalam upaya membangun lapisan infrastruktur yang memungkinkan interoperabilitas antara institusi keuangan, fintech, dan perusahaan rintisan (start up). 

“Melalui API, Ayoconnect akan terus berkontribusi terhadap upaya pemerintah untuk memenuhi target 90 persen inklusi keuangan pada 2024,” tambah dia.

CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro melihat kemitraan ini sebagai kerja sama yang saling menguntungkan dalam sektor Open Finance dan Open Banking di Indonesia. 

“Kami sangat antusias dalam menjalin kemitraan bersama Ayoconnect seiring dengan kesamaan ambisi dan visi kami untuk menumbuhkan sektor Open Banking di tanah air,” ujar Eddi.

Senada dengan Eddi, Partner Patamar Capital, Dondi Hananto juga menyebut Ayoconnect berada dalam posisi terdepan dalam transformasi infrastruktur API di Indonesia. 

“Kehadiran Ayoconnect mempercepat laju pembukaan akses layanan keuangan berkualitas bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan keuangan formal di Indonesia.,” kata Dondi.

Sebagai informasi, beberapa tokoh penting yang juga bergabung sebagai investor individu Ayoconnect dalam putaran pendanaan kali ini yaitu Ilham Akbar Habibie (teknopreneur sekaligus Penasihat Strategis Ayoconnect). Paul Bernard (eks-Goldman Sachs), Jeff Lin (iGlobe Partners), dan beberapa petinggi dari institusi keuangan terdepan lainnya. 

Berita Terkait