Astronom Deteksi Sumber Semburan Sinyal Radio Misterius dari Ruang Angkasa

MILAN-Fast Radio Bursts adalah salah satu misteri paling menarik dari alam semesta karena asalnya tidak diketahui dan lokasi sumbernya tidak terletak di dalam galaksi kita.

Kini sekelompok teleskop yang berkolaborasi di seluruh dunia, termasuk milik European Space Agency (ESA) bernama Integral, telah mendeteksi sumber ledakan gelombang radio cepat di ruang angkasa. Mereka menemukan gelombang tampaknya dipancarkan oleh sisa-sisa bintang magnetar, sebuah bintang dengan medan magnet yang kuat.

Fast Radio Bursts yang  pertama kali ditemukan pada 2007 adalah gelombang radio bercahaya yang berdenyut di angkasa hanya beberapa milidetik dan kemudian memudar hingga jarang terlihat lagi. Para astronom telah lama berjuang untuk menemukan sumber dan asal mereka, dan penemuan ini tampaknya menawarkan kunci untuk pengetahuan baru tentang fenomena misterius.

“Kami mendeteksi ledakan magnetar energi tinggi menggunakan Integral pada 28 April,” kata Sandro Mereghetti dari National Institute for Astrophysics (INAF–IASF) di Milan, Italia, penulis utama dari pengamatan ini.

Mereghetti membenarkan bahwa sebuah gelombang radio meledak dari magnetar belum pernah terlihat sebelumnya. Karakteristik Integral memungkinkan para astronom untuk mempersempit sumber gelombang radio ke bintang, sementara sebagian besar satelit lainnya tidak dapat menentukan lokasi ledakan.

Sumber magnetar yang ditemukan enam tahun lalu di rasi Vulpecula di galaksi Bimasakti, menjadi aktif kembali pada akhir April, tidak hanya memancarkan sinar-X, tetapi juga gelombang radio.

“Ini adalah pengamatan pertama antara magnetar dan Fast Radio Bursts,” jelas Mereghetti sebagaimana dilaporkan Sputnik 30 Juli 2020. “Ini benar-benar adalah penemuan besar, dan membantu membawa asal mula fenomena misterius ini menjadi fokus.”

Lokasi sumber semburan gelombang radio telah mengganggu para ilmuwan sejak penemuan awal mereka, bahkan menimbulkan dugaan adanya koneksi dengan intelijen luar angkasa.

Tags:
planetruang angkasasatelitteknologi ruang angkasa
%d blogger menyukai ini: