Astaga! Tiga Bulan, Rugi Bersih Lippo Karawaci Rp2,12 Triliun

JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk. mencatat kerugian Rp2,12 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini. Catatan ini sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market yang membuat emiten properi milik konglomerat Mochtar Riady mengalami rugi selisih kurs Rp2,39 triliun.

CEO Lippo Karawaci John Riady menyampaikan, secara umum bisnis perseroan terus bertumbuh terutama melalui catatan marketing sales atau pra penjualan yang telah mencapai Rp703 miliar atau 28% dari target tahun ini Rp2,5 triliun. Pra penjualan Lippo Karawaci naik 13% dari periode sama 2019 Rp623 miliar.

Catatan pendapatannya pun juga meningkat 8,5% dari Rp2,86 triliun menjadi Rp3,1 triliun. Sebagian besarnya berasal dari bisnis healthcare Rp1,88 triliun, diikuti real estate development atau mencapai Rp678 miliar, dan penjualan lahan komersial dan rumah toko serta penjualan lahan industri Rp574 miliar.

Bisnis healthcare Lippo Karawaci ini berasal dari Siloam Hospitals. “Berkontribusi 77,5% dari total pendpaatan berulang perseroan,” ungkap John melalui keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2020.

Bersamaan dengan Siloam Hospitals, John menyebut, total pendapatan perseroan dari bisnis real estate management & services meningkat 7,3% menjadi Rp2,4 triliun atau 77% dari total pendapatan perseroan pada kuartal I-2020.

Laba bruto perseroan juga sebenarnya meningkat. nilainya Rp1,33 triliun atau naik 7,3% dari periode sama 2019 Rp1,24 triliun.

Begitu pula dengan EBITDA yang melonjak 50,4% dari Rp469 miliar menjadi Rp705 miliar. Kenaikan ini seiring dengan penyesuaian adopsi PSAK 73 sehingga ada perubahan dari beban sewa ke biaya bunga.

Dengan catatan-catatan keuangan tersebut, John menegaskan, pihaknya akan berhati-hari mengelola arus kas sambil meluncurkan proyek perumahan tapak baru Lippo Village di Karawaci. “Serta fokus pada keunggulan operasional di bisnis inti, properti, dan healtcare,” imbuh John.

Perbaikan Utang dan Divestasi First REIT

Pada kuartal 1-2020, perseroan juga memperkuat posisi kasnya dan memperbaiki jatuh tempo utang melalui pembiayaan kembali obligasi (refinancing) dari 2022 menjadi 2025.

Hasilnya, saldo kas dan setara kas pada periode ini mencapai Rp5,36 triliun. John menerangkan, perseroan meningkatkan saldo kas sebesar Rp860 miliar dengan melepas posisi lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai dollar pada Rp15.000 hingga Rp17.500.

“Serta menambah kas sebesar Rp356 miliar dari pelepasan saham First REIT,” jelas John.

Sementara itu, total utang perseroan naik 18,69% atau menjadi Rp14,54 triliun dibanding dengan Rp12,25 triliun pada akhir 2019. Menurut John, hal ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah.

John memaparkan, sepanjang tiga bulan pertama 2020, Rupiah terdepresiasi terhadap USD sebesar 17,7% menjadi Rp16.367 dibandingkan Rp13.901 pada akhir 2019. “Sebagai hasilnya rasio utang bersih terhadap ekuitas menjadi 0,29 kali dibandingkan dengan 0,22 kali per akhir 2019,” ungkap John.

Dengan kondisi itu, John menyebut, perseroan menjajaki peluang untuk mendiversifikasi sebagian utang dari USD, dengan lebih banyak utang dalam mata uang Rupiah, karena saat ini utang berdenominasi USD sebesar 91% dari total utang.

Sebagai tambahan, Lippo Karawaci juga menambah kepemilikan saham di dua anak usahanya yakni Siloam Hospitals dan Lippo Cikarang.

Lippo Karawaci meningkatkan kepemilikannya di Siloam Hospitals sebesar 4,3% menjadi 55,4%. Dalam transaksi terpisah, perseroan juga meningkatkan kepemilikannya di Lippo Cikarang sebesar 3,0% menjadi 84%.

“Kedua transaksi tersebut adalah bagian dari strategi manajemen untuk melepaskan asetaset yang non-strategis dan fokus pada bisnis properti dan healthcare,” terang John.

Bersamaan dengan pengumuman kinerja Lippo Karawaci, saham LPKR jelang penutupan sesi I perdagangan hari ini bergerak stagnan di level Rp171. Pada posisi ini, saham LPKR sudah turun 29,34% dari posisi akhir 2019 Rp242.

Tags:
grup lippoLPKRPT Lippo Karawaci Tbkrugi lippo
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: