Aset Tak Stabil, 5 Perusahaan Kripto Ajukan Bangkrut Tahun ini

07 Desember 2022 16:31 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi bitcoin / Pixabay

JAKARTA- Tahun 2022 menjadi masa kejatuhan aset kripto. Semenjak ramai diperbincangkan sejak 2015 dan mencapai puncak pada pertengahan 2020, cahaya kripto semakin lama kian memudar.

Lantaran hal tersebut, kripto, yang pada 2020 lalu mulai membangun ekosistem industri sendiri satu persatu mulai berguguran meski masih seumur jagung.

Hingga penghujung tahun 2022, setidaknya ada 5 perusahaan kripto yang menyatakan dirinya sudah bangkrut lantaran menurunnya nilai aset. Adapun kebanyakan pengajuan bangkrut dilakukan melalui skema Bab 11.

Sekadar tahu, skema Bab 11 adalah mekanisme yang memungkinkan perusahaan merestrukturisasi utang di bawah pengawasan pengadilan sambil terus beroperasi.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar perusahan kripto yang mengajukan bankrut sepanjang 2022 ini.

1. Three Arrows Capital

Perusahaan investasi kripto kelas kakap berbasis di Singapura Three Arrows Capital (3AC) dilaporkan telah mengajukan permohonan bangkrut ke pengadilan di New York, AS pada Juli.

Mengutip Reuters, 3AC merupakan salah satu investor dengan profil tertinggi yang terkena aksi jual tajam di pasar kripto dan sedang dilikuidasi.

Kala hal tersebut terjadi, perwakilan untuk 3AC mengajukan petisi di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan yang didirikan oleh Su Zhu sejak 2012 tersebut disebut mulai menghadapi kesulitan keuangan karena runtuhnya luna dan UST awal Mei lalu.

Pada pertengahan Juni, 3AC terpantau gagal memenuhi beberapa margin call dan akhirnya dilikuidasi pada beberapa posisi perdagangan bitcoin dan ethereum. Selain itu, beberapa kreditur, seperti Voyager Digital, mendesak 3AC untuk segera membayar utangnya.

2. Voyager Digital

Pialang kripto asal Kanada Voyagers Digital Ltd menjadi salah satu perusahaan kripto yang memproklamirkan kebangkrutan.

Perusahaan ini juga mengajukan perlindungan kebangkrutan akibat volatilitas pasar kripto dan jatuhnya hedge fund yang meminjam dana ke perusahaan.

Mengutip CNBC Internasional, Voyager memulai proses kebangkrutan di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York. Dalam pengajuan Bab 11, Voyager mendaftarkan aset dan kewajiban masing-masing antara US$1 miliar atau setara Rp15,6 triliun  (asumsi kurs Rp15.600 per dolar AS)dan US$10 miliar atau Rp156 triliun.

Dilansir dari CNBC, perusahaan mengatakan memiliki sekitar US$1,3 miliar atau Rp20,3 triliun kripto di platformnya. Selain itu, Voyager juga memegang lebih dari US$350 juta atau Rp5,4 triliun uang tunai atas nama pelanggan di Metropolitan Commercial Bank New York.

Voyager menderita kerugian besar dari eksposurnya ke dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital, yang bangkrut beberapa minggu sebelumnya setelah gagal membayar pinjaman dari sejumlah perusahaan di industri. Termasuk US$650 juta stsu Rp10,1 triliun dari Voyager.

3. Celsius

Perusahaan kripto Celsius menjadi perusahaan kripto lain yang mengajukan bangkrut pada Juli 2022 lalu.

Pengajuan bangkrut Celsius kala itu dilakukan dengan dengan menggunakan UU Kepailitan AS Bab 11. Artinya, perusahaan ingin meminta perlindungan untuk tetap beroperasi meski berstatus pailit.

Dalam pernyataannya, Celsius menyatakan akan berupaya menstabilkan bisnisnya dengan restrukturisasi melalui cara yang memaksimalkan nilai bagi semua pemangku kepentingan.

Melansir CNBC, Celsius memiliki kas sebesar US$167 juta atau Rp2,4 triliun untuk mendukung operasi sementara. Pengacara perusahaan sebelumnya memberi tahu regulator negara bagian AS terkait langkah tersebut.

Salah satu pendiri Celcius Alex Mashinsky mengatakan langkah ini sebagai keputusan tepat.

4. FTX

Platform kripto FTX mengajukan kebangkrutannya pada 11 November 2022 lalu. Tak hanya itu, CEO FTX Sam Bankman-Fried pun resmi mengundurkan diri.

Melansir dari AFP, pengajuan tersebut terjadi setelah FTX berada di ambang pailit usai harga token kripto FTT anjlok drastis.

atas insiden ini, Bankman-Fried maaf dan berjanji bahwa FTX akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan likuiditas. Perusahaan itu akhirnya menunjuk John J. Ray sebagai kepala eksekutif.

Sebelum mengajukan pailit, CEO bursa kripto FTX Sam Bankman-Fried 'kehilangan' 94 persen hartanya dalam semalam. Harta senilai US$14,6 miliar setara Rp228 triliun raib begitu saja.

5. BlockFi

Blockfi Menjadi Perusahaan kripto terbaru yang mengajukan kebangkrutan. Pada senin, 28 Oktober 2022 lalu Perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi mengajukan mekanisme bangkrut atau pailit Bab 11 di AS. Pailitnya BlockFi merupakan dampak dari runtuhnya kerajaan bos kripto FTX, Sam Bankman-Fried.

Pada 11 November lalu, BlockFi mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan pencairan dana konsumen akibat FTX, Alameda, dan puluhan afiliasinya.

Dalam pengajuan kebangkrutannya, BlockFi mengatakan berutang kepada lebih dari 100 ribu kreditur. Kreditur terbesar yang terdaftar adalah Ankura Trust dengan total utang mencapai US$729 juta atau 11,3 triliun. Sedangkan, FTX kreditur terbesar kedua BlockFi berutang US$275 juta atau Rp4,3 triliun.

Berita Terkait