Apple akan Luncurkan Sistem Pemeriksa Gambar Pelecehan Anak

09 Agustus 2021 10:33 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

JAKARTA -- Raksasa multimedia Apple Inc akan meluncurkan sistem pemeriksaan foto untuk gambar pelecehan anak di setiap negara dengan penerapannya tergantung pada ketentuan undang-undang yang berlaku di masing-masing tempat.

Sebelumnya, Apple mengatakan akan menerapkan sistem yang menyaring foto untuk gambar tersebut sebelum diunggah dari iPhone di Amerika Serikat ke penyimpanan iCloud-nya.

Kelompok keamanan anak memuji Apple karena bergabung dengan Facebook Inc, Microsoft Corp, dan Google Alphabet Inc dalam mengambil tindakan tersebut.

Namun pemeriksaan foto Apple di iPhone sendiri menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan sedang menyelidiki perangkat pengguna dengan cara yang dapat dieksploitasi oleh pemerintah dan berpotensi melanggar privasi pengguna iPhone.

Pada Jumat pekan lalu, perusahaan berbasis Cupertino, California, ini mengatakan akan membuat rencana untuk memperluas layanan berdasarkan undang-undang masing-masing negara tempat ia beroperasi.

Perusahaan ,sebagaimana dilaporkan Reuters, Sabtu, 7 Agustus 2021 mengatakan nuansa dalam sistemnya, seperti "voucher keamanan" yang dikirimkan dari iPhone ke server Apple yang tidak berisi data berguna, akan melindungi Apple dari tekanan pemerintah untuk mengidentifikasi konten pengguna selain gambar pelecehan anak.

Apple memiliki proses peninjauan manusia yang bertindak sebagai penghalang terhadap penyalahgunaan pemerintah. Perusahaan juga tidak akan meneruskan laporan dari sistem pemeriksaan fotonya ke penegak hukum jika peninjauan tidak menemukan gambar pelecehan anak.

Tuntutan Regulator Meningkat

Sejauh ini, regulator, dalam ini pemerintah, semakin menuntut agar perusahaan teknologi berbuat lebih banyak untuk menghapus konten ilegal.

Dalam beberapa tahun terakhir, penegak hukum dan politisi telah menggunakan momok konten pelecehan anak untuk mencela enkripsi yang kuat, dengan cara yang sebelumnya mereka sebutkan perlunya mengekang terorisme.

Beberapa undang-undang yang dihasilkan, termasuk di Inggris, dapat digunakan untuk memaksa perusahaan teknologi bertindak terhadap penggunanya secara rahasia.

Sementara strategi Apple dapat menangkal campur tangan pemerintah dengan menunjukkan inisiatifnya atau mematuhi arahan yang diantisipasi di Eropa, banyak pakar keamanan mengatakan Apple membuat kesalahan besar dengan menunjukkan kesediaannya untuk menjangkau telepon seluler pelanggan.

"Ini mungkin mengalihkan perhatian regulator AS untuk topik yang satu ini, tetapi itu akan menarik regulator internasional untuk melakukan hal yang sama dengan konten teroris dan ekstremis," kata Riana Pfefferkorn, seorang peneliti di Stanford Internet Observatory, pekan lalu.

Pemegang hak cipta yang berpengaruh secara politik di Hollywood dan di tempat lain bahkan dapat berargumen bahwa hak digital mereka harus ditegakkan sedemikian rupa.

WhatsApp, layanan pesan terenkripsi terbesar di dunia, juga berada di bawah tekanan dari pemerintah yang ingin melihat apa yang orang katakan, dan kekhawatiran itu sekarang akan meningkat.

Dikritik Bos WhatsApp

Di tengah rentetan percakapan mengenai fitur baru Apple tersebut, bos WhatsApp Will Cathcart pun buka suara. Dia menyebut apa yang dilakukan Apple bisa berpotensi melanggar hukum.

"Kami telah memiliki komputer pribadi selama beberapa dekade, dan tidak pernah ada mandat untuk memindai konten pribadi semua desktop, laptop, atau ponsel secara global untuk konten yang melanggar hukum," katanya.

Pakar teknololgi Apple menyatakan bahwa mereka tidak benar-benar masuk ke ponsel pengguna karena data yang dikirim pada perangkatnya harus melewati banyak rintangan.

Misalnya, konten yang dilarang ditandai oleh kelompok pengawas, dan pengidentifikasi digabungkan ke dalam sistem operasi Apple di seluruh dunia, membuatnya lebih sulit untuk dimanipulasi.

Tahun lalu, Apple telah bekerja untuk membuat cadangan iCloud terenkripsi end-to-end, yang berarti perusahaan tidak dapat menyerahkan versi yang dapat dibaca kepada penegak hukum.

Namun proyek itu dibatalkan setelah diprotes oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

Belum diketahui kapan Apple akan mengaktifkan enskripsinya karena sejauh ini perusahaan menolak mengomentari rencana produk di masa depan.*

Tags:apple

Berita Terkait