Aplikasi Kencan Tinder dan Bumble di AS Akan Tampilkan Status Vaksinasi di Profil Pengguna

23 Mei 2021 06:05 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Aplikasi kencan populer Tinder / Pixabay

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggandeng aplikasi kencan populer seperti Tinder, Bumble, dan Match untuk meningkatkan vaksinasi masyarakat AS. Nantinya, pengguna bisa melihat status vaksinasi pengguna lain di aplikasi-aplikasi tersebut.

Saat ini, pembatasan sosial di AS mulai dilonggarkan setelah angka kasus dan hospitalisasi mulai turun. Masyarakatnya pun mulai kembali menjalankan aktivitas normal, salah satunya berkencan.

“Pembatasan sosial dan berkencan memang kombinasi yang agak menantang,” ujar penasihat COVID-19 Gedung Putih Andy Slavitt, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 22 Mei 2021.

Kerja sama antara pemerintah dengan aplikasi-aplikasi ini bertujuan menarik anak-anak muda yang masih ragu divaksinasi. Presiden AS Joe Biden menargetkan setidaknya 70% masyarakat AS sudah mendapat dosis pertamanya pada hari kemerdekaan AS 4 Juli nanti.

Sebelumnya, salah satu aplikasi kencan populer OkCupid sudah mencoba fitur serupa. Mereka mencatat orang-orang yang menunjukkan status vaksinasinya 14% lebih mungkin mendapatkan jodoh di aplikasi tersebut.

“Akhirnya kita menemukan satu hal yang membuat kita semua jadi lebih menarik, vaksinasi,” kelakar Andy.

Selain menampilkan status vaksinasi, aplikasi-aplikasi kencan dengan lebih dari 50 juta pengguna di AS ini juga akan memberikan akses gratis fitur premium seperti boost, super like, dan super swipe untuk pengguna yang sudah divaksinasi.

“Ini akan membuat berkencan menjadi lebih aman untuk siapa pun, di mana pun,” ujar CEO Match Group Shar Dubey yang menaungi aplikasi kencan Tinder, Match, OkCupid, Hinge, Plenty of Fish, BLK dan Chispa.

Selain bekerja sama dengan aplikasi kencan, Gedung Putih juga mengumumkan kerja sama dengan aplikasi taksi daring seperti Uber dan Lyft pada bulan ini. Tujuannya sama, mempercepat vaksinasi agar mencapai target 70%.

Sampai Kamis, 20 Mei 2021, AS baru memberikan setidaknya satu dosis vaksin untuk 48.2% dari total populasinya atau 279,4 juta dosis vaksin. Data ini didapat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. (SKO)

Berita Terkait