Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 di Indonesia Lebih Lengkap Diluncurkan

May 03, 2020, 10:31 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Aplikasi Bersatu Lawan Covid bisa dunduh di Play Store dan App Store. / Play Store

Pemerintah kembali meluncurkan portal resmi lebih lengkap terkait penanganan pandemi virus corona bernama Bersatu Lawan COVID (BLC). Aplikasi ini dapat diunduh di ponsel berbasis Android maupun iOS.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Modardo mengungkapkan, sistem tersebut mampu mencatat dan mengintegrasikan data pasien dari puskesmas, rumah sakit, laboraturium pemeriksa, dan dinas kesehatan.

“Sistem ini mampu memantau data sebaran kasus, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP),” ungkap Doni.

Selain itu, masyarakat juga dapat memantau peta sebaran kasus positif secara nasional maupun per provinsi. Hal itu, lanjut Doni, dapat dilihat berdasarkan waktu sehingga riwayat sebaran kasus juga dapat diketahui.

Pengguna pun dapat mengunduh aplikasi pada Play Store atau App Store untuk mengetahui informasi lebih rinci hingga mendapatkan fasilitas telekonsultasi.

Sebagai informasi, portal BLC merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo yang mendorong agar keterbukaan informasi diberikan sejelas-jelasnya kepada masyarakat.

“Menindaklanjuti instruksi presiden yang disampaikan dalam rapat terbatas 13 April 2020 tentang integrasi dan keterbukaan data COVID-19, kementerian terkait mengembangkan sistem integrasi data nasional bernama Bersatu Lawan COVID,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dalam konferensi pers daring, Rabu, 29 April 2020.

Portal BLC menjadi pelengkap aplikasi PeduliLindungi yang hingga kini telah diunduh oleh 2.967.408 orang.

Johnny pun meminta masyarakat agar dapat berperan aktif dengan mengunduh aplikasi tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Dengan partisipasi aktif seluruh komponen terkait, saya yakin bahwa integrase dan keterbukaan data ini akan membawa manfaat signifikan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tuturnya. (SKO)