Apakah Tragedi Terra (UST dan LUNA) Akan Berdampak Kepada Penurunan Minat Investor ke Kripto?

21 Mei 2022 10:12 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA). Sumber: Blaze Trends. (Blaze Trends)

JAKARTA - Penurunan nilai secara signifikan yang menimpa aset kripto Terra (UST dan LUNA) beberapa waktu lalu menjadi tragedi yang fenomenal di dunia investasi aset digital. Lantas, apakah tragedi itu akan berdampak kepada penurunan minat investor terhadap kripto?

Trader Tokocrypto Afid Sugiono berpendapat, dampak dari tragedi UST dan LUNA mungkin akan memperlambat pertumbuhan minat investor terhadap kripto, namun tidak akan terjadi dalam jangka panjang.

“Market kripto terpukul dan terdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” kata Afid.

Sementara itu, founder perusahaan kripto Coinmetrics Nic Carter mengungkapkan pendapatnya terkait tragedi UST dan LUNA dalam acara berjudul Permisionless yang diselenggarakan oleh Blockworks, Rabu, 18 Mei 2022.

Menurut Carter, stablecoin bisa dianggap sebagai inovasi terkuat di dunia kripto karena dapat memberikan kemampuan desentralisasi dari sisi transaksi namun nilainya tetap stabil.

Stablecoin UST pun disandingkannya dengan USD Coin (USDC) yang nilainya lebih stabil meskipun sempat terdampak oleh tren pasar yang menurun.

Rupanya, ada perbedaan sistem antara USDC dan UST yang pada gilirannya dapat berpengaruh kepada stabilitas nilai keduanya. USDC menggunakan sistem stablecoin tradisional sementara UST menggunakan sistem stablecoin algoritmik.

Stablecoin tradisional adalah aset yang didasari oleh uang fiat sebagai underlying asset-nya sementara stablecoin algoritmik didasari oleh token atau koin yang berfungsi sebagai penjaga nilai.

Dalam kasus Terra, LUNA adalah token yang digunakan dalam sistem stablecoin algoritmik yang berfungsi untuk menjaga nilainya UST. Menurut Carter, sistem itulah yang membuat jaringan Terra menjadi rentan.

Bahkan, Carter juga mengatakan bahwa dirinya sudah memprediksi kehancuran jaringan Terra dalam jangka panjang.

“LUNA Terra jelas adalah sebuah bom waktu di dunia kripto, jelas sekali proyek yang paling rentan," ujar Carter dikutip dari unggahan Twitter Blockworks, Jumat, 20 Mei 2022.

Menurut Carter, Terra adalah sistem keuangan yang sangat teledor dari sisi infrastrukturnya. Seharusnya, kehancuran Terra sudah dapat diprediksi oleh investor-investor yang dikatakan Carter memiliki "pandangan jernih".

Carter menambahkan pula bahwa sistem algoritma UST terlalu rumit dan sulit dimengerti oleh para investor. Mekanisme jaringan Terra pun tidak pernah dikoreksi karena Do Kwon sangat agresif dan aktif di Twitter dan anti-kritik.

“Investor tidak bisa memberi kritik terhadap UST karena Do Kwon sangat vokal di Twitter. Terdapat kondisi dimana kritik menjadi sebuah hal yang menyinggung bagi komunitas Terra," ungkap Carter.

Meski UST mengalami kejatuhan, Carter menegaskan bahwa stablecoin adalah produk pasar kripto yang paling kuat dan berperan dalam otonomi transaksi yang besar di dunia keuangan saat ini.

Carter percaya, walaupun UST sebagai stablecoin mengalami kekacauan, namun dengan adanya infrastruktur dan sistem audit yang tepat, stablecoin tetap kuat sebagai produk yang paling stabil di dunia kripto

Berita Terkait