Apa Saja Sanksi yang Diterapkan Negara-Negara di Dunia Terhadap Rusia?

28 Juni 2022 18:02 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Fakhri Rezy

Sebagai kecaman terhadap invasinya ke Ukraina, beberapa negara menjatuhkan sanksi terhadap berbagai sektor Rusia. (Reuters)

MOSKOW - Sanksi-sanksi yang dijatuhkan berbagai negara di dunia terhadap Rusia sejak invasi yang dilakukan ke Ukraina mulai berpengaruh terhadap ekonomi negara tersebut.

Sanksi-sanksi yang diterapkan sejauh ini menargetkan orang-orang kaya, bank, bisnis, dan badan usaha Rusia.

Berikut adalah beberapa sanksi yang harus dihadapi Rusia akibat “operasi militer khusus”nya di Ukraina, seperti dikutip dari BBC.

Keuangan

Baru-baru ini Rusia telah gagal melunasi utangnya yang telah jatuh tempo untuk pertama kali dalam 24 tahun. Meskipun memiliki dana untuk melunasinya, sanksi-sanksi yang dijatuhkan pada Rusia disinyalir menjadi penyebabnya. Akibatnya, kini negara itu dianggap mengalami default.

Menurut laporan, AS telah melarang Rusia untuk melakukan pembayaran utang menggunakan dana yang dimiliki di bank-bank AS sebesar US$600 juta atau setara Rp8,9 triliun (asumsi kurs Rp14.842 per dolar AS).

Selain itu, aset bank sentral Rusia juga telah dibekukan dan penggunaan dana US$630 miliar (Rp9,3 kuadriliun) dari cadangan yang dimiliki dalam mata uang asing telah dilarang.

Bank-bank besar Rusia juga telah dihapus dari sistem keuangan internasional Swift, yang berdampak pada penundaan pembayaran ke Rusia dari ekspor minyak dan gas. 

Minyak dan Gas

Pada 100 hari pertama perang, Rusia dipercaya telah memperoleh sekitar US$100 miliar (Rp1,4 kuadriliun) dari ekspor minyak dan gas.

Kini, sanksi-sanksi yang akan menargetkan ekspor negara itu telah diumumkan. 

Uni Eropa (UE) telah menyatakan bahwa larangan impor seluruh impor minyak dari laut Rusia akan ditetapkan pada akhir tahun ini. Organisasi itu juga berencana menghentikan impor batu bara Rusia pada bulan Agustus. 

UE juga telah melaporkan bahwa pengurangan impor gas sekitar dua pertiga akan diterapkan dalam setahun pada bulan Maret lalu.

Meski begitu, Uni Eropa dipercaya tidak akan menjatuhkan sanksi sepenuhunya pada gas Rusia, karena bergantung untuk sekitar 40% kebutuhan gas. 

Sementara itu, AS telah melarang seluruh impor minyak dan gas dari Rusia. 

Negara Eropa, Jerman telah mengumumkan pembekuan terhadap rencana pembukaan pipa gas utama dari Rusia.

Individu dan Bisnis

UE, AS, Inggris, dan negara-negara lain telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 1.000 individu dan bisnis Rusia. Individu yang ditargetkan adalah oligarki yang dianggap dekat dengan pemerintah. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah mantan pemilik klub sepak bola Inggris Chelsea FC, Roman Abramovich. 

Aset milik Presiden Vladimir Putin di beberapa negara juga telah dibekukan sejak invasi dimulai.Selain itu, pejabat pemerintah dan anggota keluarga juga tidak luput dari sanksi global.

Barang-barang kepemilikan seperti kapal yacht mewah milik individu Rusia juga menjadi target sanksi. 

Sanksi lainnya meliputi larangan terhadap barang-barang yang berhubungan dengan tujuan sipil dan militer oleh UE, AS, dan Inggris. Penerbangan dari dan ke Rusia juga dilarang dari wilayah udara UE, AS, Inggris, dan Kanada. Yang terbaru, negara anggota G7 telah mengumumkan larangan impor terhadap emas dari Rusia. 

Sebagai akibat dari perang yang berpengaruh terhadap berbagai aspek global, beberapa perusahaan juga telah memutuskan untuk meninggalkan Rusia. Perusahaan itu meliputi McDonald’s, Coca-cola, Starbucks, dan Nike. 

Beberapa langkah juga telah diterapkan oleh Rusia sebagai sikap melawan sanksi-sanksi tersebut. Contohnya, Rusia telah melarang ekspor lebih dari 200 produk telekomunikasi, medis, kendaraan, pertanian, peralatan listrik, dan kayu. Negara itu juga memblokir pembayaran bunga kepada investor asing dengan obligasi pemerintah dan melarang perusahaan Rusia membayar pemegang saham luar negeri. Selain itu, Rusia juga telah menghentikan investor asing yang berinvestasi di Rusia untuk menjualnya.

Kekaucauan yang disebabkan oleh invasi Rusia terhadap negara tetangga Ukraina berdampak besar pada berbagai sektor penting di dunia. Rantai pasokan dan harga kebutuhan pokok menjadi beberapa contoh sektor yang terpukul paling keras akibat invasi yang berjalan sejak akhir bulan Februari itu.

Berita Terkait