Antisipasi Fed Tapering, Ini Bauran Kebijakan BI

05 Juli 2021 16:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat hadir dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed memastikan akan terus melanjutkan kebijakan moneter yang akomodatif tahun ini. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) tetap menyiapkan langkah antisipasi fed tapering.

Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan, The Fed akan mulai mengurangi likuditas (tapering) pada awal 2022 dan mulai meningkatkan suku bunga fed-fund rate (FFR) pada kuartal IV-2022.

“BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Kami siapkan 4 kebijakan untuk mengantisipasi ini,” kata Perry dalam webinar ISEI Senin 5 Juli 2021.

Pertama, kebijakan monter melalui stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak fed tapering melalaui triple intervention (spot, DNDF, pembelian surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder).

BI juga memastikan suku bunga tetap rendah dan likuiditas longgar sampai dengan muncul indikasi awal kenaikan inflasi secara permanen. “Perubahan kebijakan moneter BI kemungkinan baru pada awal 2022,” lanjut Perry.

Kedua, kebijakan makroprudensial tetap akomodatif, diindikasikan melalui berlanjutnya kebijakan berbagai stimulus yang sudah dikeluarkan oleh BI. Ditambah dengan inovasi kebijakan makropurudensial longgar lanjutan untuk mendukung sektor prioritas dan UMKM.

Ketiga, BI terus mendorong kebijakan digitalisasi sistem pembayaran. Keempat, didukung dengan akselarasi pendalaman pasar uang (rupiah dan valas), serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi keuangan syariah. (RCS)

Berita Terkait