Anteraja Jadi Kontributor Terbesar Pertumbuhan Dobel Digit Kinerja Adi Sarana Milik TP Rachmat

07 September 2021 18:32 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Perusahaan jasa pengantaran logistik PT Tri Adi Bersama (AnterAja), anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) / Dok. AnterAja

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang mobilitas dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I-2021.

Pada semester I-2021, laba bersih Adi Sarana melonjak 68,9% year on year (yoy) menjadi Rp73 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp43 miliar. Selain itu, pendapatan ASSA juga tumbuh dobel digit sebesar 50,4% yoy menjadi Rp2,11 triliun dari semula Rp1,40 triliun.

“Sejak 2015 hingga semester I-2021, ASSA terus konsisten mencetak pertumbuhan pendapatan dobel digit, bahkan selama pandemi COVID-19,” kata Presiden Direktur ASSA, Prodjo Sunarjanto dalam Public Expose 2021, Selasa 7 September 2021.

Jika dirinci, pendapatan Adi Sarana didominasi oleh segmen jasa pengangkutan (ekspres) alias Anteraja. Selama enam bulan pertama 2021, Anteraja  menyumbang pendapatan senilai Rp982,3 miliar atau 47% dari total pendapatan perseroan.

Pendapatan terbesar kedua disumbang oleh segmen rental kendaraan, autopool, dan pengemudi. Segmen ini berkontribusi sebesar Rp795 miliar atau 38% dari total pendapatan.

Selanjutnya segmen penjualan kendaraan bekas senilai Rp180,8 miliar (9%), jasa lelang Rp87,5 miliar (4%), dan logistik Rp64,5 miliar (3%).

Adi Sarana juga menyampaikan, aset perusahaan pada semester I-2021 naik 13,6% yoy dari Rp4,98 triliun menjadi Rp5,66 triliun.

Di sisi lain, perseroan mencatat kenaikan liabilitas hingga 12,1% yoy menjadi Rp4 triliun dari sebelumnya Rp3,57 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, ekuitas ASSA naik 17,5% yoy menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,41 triliun pada semester I-2021.

"Kami sangat optimis pendapatan dan laba bersih ASSA di akhir 2021 diproyeksikan bisa meningkat di atas 30 persen dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya," ujar Prodjo.

Berita Terkait