Antam Bidik Produksi Bijih Nikel Meroket 77 Persen Tembus 8,44 Juta Ton

14 Februari 2021 18:39 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung Aneka Tambang (ANTAM) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Tahun ini, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membidik target produksi bijih nikel menjadi 8,44 juta metrik ton basah (wet metric ton/wmt) atau sebesar 77% dari 4,76 juta wmt di 2020. Selain bijih nikel, Antam juga menargetkan peningkatan produksi dan penjualan feronikel, emas, dan bijih bauksit di 2021.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu, 14 Februari 2021, Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan peningkatan produksi bijih nikel akan digunakan untuk bahan baku pabrik feronikel perseroan. Selain itu, produksi tersebut juga untuk mendukung penjualan kepada pelanggan domestik.

Tercatat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang ini mencapai penjualan 3,3 juta wmt bijih nikel selama 2020. Dengan kenaikan produksi di 2021, Antam pun menargetkan penjualan sebesar 6,71 juta wmt bijih nikel selama 2021. Ini berarti peningkatan sebesar 104%.

Untuk feronikel, Antam memiliki target volume produksi penjualan sebesar 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) di 2021. Angka ini tidak jauh berbeda dari hasil tahun sebelumnya, Antam berhasil memproduksi 25.970 TNi feronikel dan menjual 26.163 TNi feronikel di 2020. Target produksi ini sejalan dengan optimalisasi pabrik Feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Antam menargetkan produksi emas sebesar 1,37 ton untuk 2021. Produksi ini akan dibantu dengan adanya tambang emas Pongkor dan Cibaliung. Di sisi penjualan, Antam memiliki target penjualan emas sebesar 18 ton.

Anggota holding BUMN tambang dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum ini juga meningkatkan target produksi bijih bauksit menjadi 93% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.

Ini berarti Antam menargetkan produksi jadi sebesar 3 juta wmt di tahun ini dari yang sebelumnya 1,55 juta wmt. Untuk penjualan, Antam menargetkan penjualan sebesar 2,73 juta wmt pada 2021, meningkat 122% dibandingkan dengan 2020 yang memiliki realisasi 1,23 juta wmt.  (SKO)

Berita Terkait