Antam (ANTM) Teken Perjanjian Pasokan Feronikel Selama 30 Tahun untuk PLN

19 Maret 2022 04:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengumumkan bahwa perseroan telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN untuk pasokan listrik Smelter Feronikel Haltim di Maluku Utara, Senin, 14 Maret 2022.

Direktur Utama Antam, Nico Kanter mengatakan bahwa penandatanganan PJBTL dengan PLN ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam percepatan penyelesaian pembangunan Smelter Feronikel Haltim.

“Antam meyakini sinergi dengan PLN dalam penyediaan listrik di Smelter Feronikel Haltim ini akan dapat berjalan dengan optimal dan efisien guna memenuhi target operasi smelter,” ujarnya melalui keterangan pers, Jumat, 18 Maret 2022.

Smelter Feronikel Haltim memiliki kapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel. Hingga periode Desember 2021, pembangunan Smelter Feronikel Haltim telah mencapai kemajuan konstruksi sebesar 98,18%.

“Nantinya jika pembangunan selesai, Smelter Feronikel Haltim akan menambah portofolio total kapasitas produksi produksi terpasang feronikel tahunan Antam menjadi 40.500 ton nikel dalam feronikel,” urai dia.

Dalam transaksi ini, dua perusahaan pelat merah tersebut bersepakat untuk bekerja sama dalam penyediaan pasokan energi selama 30 tahun ke depan. PJBTL ini merupakan tindak lanjut dari pokok-pokok kerja sama yang telah disepakati sebelumnya pada 10 Februari 2022.

Sepanjang tahun 2021, perseroan mengumumkan pencapaian kinerja keuangan dan opersional dengan capaian laba bersih yang meningkat 62% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya.

Adapun kinerja penjualan perseroan sebagai faktor penyokong nilai laba bersih turut melonjak Rp38,44 triliun dengan pertumbuhan 40% yoy dari Rp27,37 triliun.

Pada tahun 2021, Antam berfokus pada strategi untuk mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk emas dan bijih nikel. Penjualan bersih domestik menjadi kontributor yang dominan sebesar Rp29,86 triliun atau setara 78% dari total penjualan bersih Antam tahun 2021. 

Saham ANTM mengalami rebound sebanyak 1,70% menuju level harga Rp2.390 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Maret 2022. Di akhir pekan, kapitalisasi pasar perseroan berada pada level Rp57,43 triliun.

Berita Terkait