Ant Group Bakal Jual Saham Jack Ma Biar Tak Diawasi Pemerintah China

April 19, 2021, 02:14 AM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Perusahaan afiliasi Alibaba milik konglomerat Jack Ma, Ant Group, segera IPO dengan nilai tertinggi sepanjang masa / Reuters

JAKARTA – Ant Group, perusahaan di balik uang digital Alipay, sedang menjajaki opsi agar pendiri perusahaannya, Jack Ma, dapat mendivestasikan sahamnya. Hal ini dianggap dapat mengurangi pengawasan pemerintah China terhadap aktivitas perusahaan mereka.

Dilansir dari Reuters, Minggu, 18 April 2021, sudah ada beberapa pertemuan dan diskusi mengenai keluarnya Ma dari Ant Group yang dapat dilakukan lewat beberapa skema divestasi. Sebelumnya, The Wallstreet Journal melaporkan Ma telah menawarkan sebagian sahamnya kepada pemerintah China pada November lalu.

Menurut sumber Reuters dari pihak pemerintah dan pihak yang memiliki kedekatan dengan Ant Group, Bank Rakyat China (PBOC) sebagai bank sentral China bersama Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi Cina (CBIRC) juga telah mendiskusikan kemungkinan keluarnya Jack Ma dari perusahaan pada Januari dan Maret lalu.

Meski begitu, Ant menyangkal adanya rencana divestasi saham Ma tersebut. “Divestasi saham Tuan Ma dalam Ant Group tidak pernah didiskusikan dengan siapapun sebelumnya,” ungkap juru bicara Ant Group dalam keterangan resmi.

Salah satu sumber dari Ant Group mengatakan pihak Ant Group berharap dapat mendivestasikan saham Jack Ma kepada investor-investor yang sudah ada di Ant Group atau saudara perusahaan bidang e-commerce mereka, Alibaba Group Holding Ltd, tanpa melibatkan pihak ketiga.

Namun, sumber kedua Reuters yang juga memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut mengatakan Ma tidak diperbolehkan menjual sahamnya ke pihak atau orang yang memiliki kedekatan dengannya dan harus keluar sepenuhnya.

Opsi lainnya adalah menjual sahamnya yang bernilai miliaran dolar AS tersebut ke investor yang memiliki hubungan khusus dengan pemerintah China.

Sumber tersebut juga mengatakan apapun langkah yang diambil Ant Group tetap harus dilakukan dengan izin pemerintah China.

Pernyataan ketiga sumber anonim ini pun konsisten secara kronologis. Ma disebutkan telah bertemu pemerintah China beberapa sejak Hari Raya Imlek awal Februari lalu. Sumber lain dalam perusahaan mengatakan Ant mulai menjajaki opsi keluarnya Ma sejak dua bulan lalu.

Sementara sumber dari pihak pemerintah menyebut Ant mempertimbangkan keluarnya Jack Ma sejak pertengahan Maret. Ketiga sumber ini meminta dianonimkan mengingat sensitifnya isu ini di China saat ini.

Diskusi ini dilakukan di tengah usaha pemerintah China untuk merombak Ant dan menyusun undang-undang yang lebih ketat untuk sektor teknologi di Tiongkok setelah kritik Ma terhadap pemerintah Negeri Tirai Bambu pada Oktober tahun lalu.

Keluarnya Ma dapat memuluskan rencana Ant Group untuk penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang harus ditunda setelah pertemuan Ma dengan pemerintah China pada 2 November lalu.

Ant  seharusnya dapat meraup dana US$37 miliar (setara Rp537,5 triliun dengan kurs Rp14.526 per dolar AS), yang dapat membuatnya jadi perusahaan dengan nilai IPO terbesar di dunia. (SKO)