Anjloknya Aset Kripto Terra (LUNA) Makan Korban, 8 Orang Diisukan Bunuh Diri

13 Mei 2022 19:00 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi aset kripto Terra (LUNA). Sumber: Blaze Trends. (Blaze Trends)

JAKARTA - Delapan orang diisukan bunuh diri karena harga aset kripto Terra (LUNA) yang anjlok dengan penurunan yang cukup ekstrem selama beberapa hari terakhir. 

Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @cryptocraziac yang mengutip informasi dari grup diskusi Luna/UST Discussion Megathread di Reddit.

"Rupanya sudah ada delapan kejadian bunuh diri yang terkonfirmasi karena kejatuhan harga LUNA. Tetap kuat dan jangkau mereka yang sedang berjuang," tulis @cryptocraziac di akunnya, Rabu, 11 Mei 2022.

Meski informasi ini menjadi viral di Twitter, namun belum bisa dipastikan apakah kasus bunuh diri itu memang benar-benar terjadi atau hanya disuarakan oleh para investor LUNA agar pihak pengembang bisa terpacu untuk melakukan perbaikan pada aset kripto yang mereka besut. 

Terra (LUNA) memang mengalami keanjlokan harga yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Bayangkan saja, LUNA sempat menyentuh rekor tertingginya pada 3 April 2022 senilai US$113,07 atau setara dengan Rp1,64 juta dalam asumsi kurs Rp14.585 per dolar Amerika Serikat. Berbanding terbalik, harga LUNA yang terpantau di Coin Market Cap terjun bebas ke level US$0,00005566 (Rp0,8118) pada Jumat, 13 Mei 2022 pukul 14.18 WIB.

Penurunan performa LUNA yang signifikan terjadi setelah stablecoin Terra USD (UST) gagal untuk menjaga nilai tukarnya terhadap dolar AS seiring dengan harga Bitcoin (BTC) yang terus menurun. Saat ini pun UST berada di level harga US$0,1783 (Rp2.600).

Kegagalan UST dalam menjaga nilai tukarnya pun turut berdampak kepada aksi jual secara besar-besaran pada kripto LUNA. Saking besarnya volume transaksi penjualan LUNA, platform Binance bahkan sempat menanggunhkan sementara penarikan LUNA dan UST. Binance melakukan ini jaringan sampai mengalami gangguan karena tingginya jumlah penarikan.

Terraform Labs selaku perusahaan pengembang Terra pun mengosongkan treasury wallet yang berisi sekitar 42.530 BTC atau setara dengan US$1,3 miliar (Rp18,9 triliun) untuk menjaga nilai tukar UST terhadap dolar AS.  Walau begitu, upaya itu belum memberikan dampak positif.

Walaupun harga-harga aset kripto, termasuk Bitcoin, sudah mengalami pemulihan, namun belum terlihat ada tanda-tanda bahwa LUNA akan mengalami perbaikan harga. Saat ini, Bitcoin telah tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,15% dan berada di posisi harga US$30,369 (Rp442,9 juta). 

Berita Terkait