Anjlok 58%, Laba Bersih BSD Milik Sinarmas Tersisa Rp259,6 Miliar

Laba bersih emiten properti milik keluarga konglomerat Eka Tjipta Widjaja dari Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) anjlok 58% pada kuartal I-2020. Laba BSD menjadi Rp259,65 miliar dari periode yang sama tahun 2019 senilai Rp618,23 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020, kinerja perusahaan properti milik Grup Sinarmas ini memang sudah turun dari sisi pendapatan usaha.

Per 31 Maret 2020, BSD hanya membukukan pendapatan usaha Rp1,49 triliun, turun 8,59% dari periode sama 2019 sebesar Rp1,63 triliun.

Penurunan pendapatan usaha tersebut semakin ditekan oleh beban pokok penjualan yang naik 11,21% dari Rp407,02 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp452,66 miliar.

Hasilnya, laba kotor perseroan hanya tersisa Rp1,04 triliun dari Rp1,22 triliun pada tiga bulan pertama 2019. Tidak sampai di situ, adanya beban usaha Rp536,42 miliar, membuat laba usaha emiten dengan kode saham BSDE ini manjadi Rp506,71 miliar atau turun 27,51% dari Rp699,04 miliar.

Tekanan semakin diperparah dengan adanya beban bunga – diskonto penjualan sebesar Rp115 miliar dan kerugian dari perubahan nilai wajar investasi Rp2,37 miliar.

Pada periode ini, BSD punya liabilitas Rp27,92 triliun. Sebanyak Rp20,84 triliun di antaranya merupakan liabilitas jangka panjang.

Adapun jumlah ekuitas perseroan mencapai Rp32,18 triliun, dengan total aset Rp60,1 triliun.

Penurunan kinerja keuangan BSD sejalan dengan penurunan kinerja sahamnya. Pada perdagangan hari ini, saham BSDE bergerak pada level Rp625 atau turun 6,02%. Sehingga, sejak awal tahun (year-to-date/ytd), saham BSDE sudah turun 50,19% dari Rp1.255 per akhir 2019 dengan kapitalisasi pasar Rp12,12 triliun.

Sebagai informasi, saham BSDE digenggam oleh Grup Sinarmas milik mendiang Eka Tjipta Widjaja. Dia tercatat sebagai konglomerat terkaya ke-2 di Indonesia versi majalah Forbes 2019. Kekayaan keluarga Widjaja ditaksir mencapai US$9,6 miliar setara Rp144 triliun dari perkebunan, jasa keuangan, properti real estate, agribisnis, pertambangan, hingga telekomunikasi. (SKO)

Tags:
BSD CityBSDEEka Tjipta Widjajakinerja emitenkonglomeratPropertiPT Bumi Serpong Damai TbkSinarmasSinarmas Land
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: