Militer Amerika Cari Cara Agar Pilot Wanita Lebih Mudah Pipis di Jet Tempur

WASHINGTON-Saat Anda mengemudi jarak jauh dan tiba-tiba buang air, bukanlah sesuatu yang terlalu sulit. Banyak tempat yang Anda bisa singgahi untuk melakukan hajat tersebut.

Sekarang bayangkan jika itu dialami oleh seorang pilot tempur taktis yang terbang dalam misi berjam-jam. Pilihannya sangat terbatas dan sialnya kebanyakan dirancang dengan mengutamakan pria. Itulah kenyataan yang dihadapi banyak pilot wanita di Angkatan Udara Amerika dan mereka sedang ingin mengatasi masalah itu.

Mulai awal Agustus 2020, Angkatan Udara Amerika mulai menerima proposal untuk apa yang disebut Sky High Relief Challenge. AFWERX, sebuah layanan teknologi inkubator yang didirikan pada tahun 2017 memimpin upaya untuk membantu mendorong inovasi dan mempercepat pengembangan dan akuisisi teknologi baru.

Teknologi yang dicari adalah sistem guna mengumpulkan urin untuk dibuang dalam penerbangan yang nyaman dan mudah digunakan untuk wanita pada misi yang berlangsung hingga total 16 jam.

“Angkatan Udara Amerika membutuhkan sistem bantuan kandung kemih yang ditingkatkan yang memungkinkan penerbang wanita untuk buang besar selama penerbangan tanpa mengganggu operasi atau membahayakan keselamatan penerbangan. Profil misi saat ini dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara bisa mencapai hingga 16 jam. Awak udara perlu buang air kecil beberapa kali selama penerbangan tanpa melepas sistem pengekang dan peralatan penerbangan, ” demikian bunyi sebuah dokumen yang menjelaskan rencana tersebut sebagaimana dikutip War Zone 31 Agustus 2020.

“Akibatnya, banyak awak pesawat perempuan melakukan ‘dehidrasi taktis’ untuk menghindari kesulitan dan potensi bahaya karena harus buang air dalam pesawat.”

Singkatnya, Angkatan Udara telah menemukan bahwa pilot jet tempur wanita secara teratur tidak terhidrasi dengan baik, dan melakukannya dengan sengaja, untuk menghindari buang air kecil dalam penerbangan. Tak perlu dikatakan lagi, dehidrasi bisa sangat berbahaya, dengan gejala yang dapat berupa kelelahan, pusing, dan kebingungan. Ini cukup bermasalah bagi seseorang yang mencoba melakukan tugas-tugas rumit atau padat di lapangan, tetapi mereka bisa berdampak lebih parah pada pilot yang menerbangkan pesawat yang sangat kompleks dengan kecepatan ratusan mil per jam, bahkan meski tidak dalam misi tempur.

“Selama penerbangan, dehidrasi berdampak negatif pada pilot dengan menurunkan toleransi G mereka hingga 50%,” demikian dokumen Sky High Relief Challenge menjelaskan lebih lanjut. “Dehidrasi dapat mengakibatkan berbagai masalah medis, termasuk penurunan kinerja fisik dan kognitif, penurunan kesadaran situasional, sakit kepala yang intens, penglihatan yang berubah, dan kemungkinan G-induced Loss of Consciousness (GLOC).”

Opsi Yang Tersedia

Opsi yang telah tersedia bagi pilot mana pun untuk membuang urin mereka dalam jet tempur sebenarnya sudah ada meski terbatas. Beberapa pesawat kursi tunggal dan dua kursi memiliki wadah built-in yang mengumpulkannya dan menyalurkannya ke aliran udara. Pilihan umum lainnya adalah “piddle pak,” yang terdiri dari bahan penyerap yang efektif yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Banyak jenis pesawat yang lebih besar memang memiliki toilet jenis pesawat yang lebih tradisional, tetapi yang lain masih kekurangan fasilitas tersebut dan mengharuskan awak di luar pilot untuk mengandalkan metode serupa untuk membuang limbah selama penerbangan jangka jauh.

Tanpa membahas terlalu banyak detail, mungkin tidak sulit untuk memahami betapa sulitnya bagi wanita untuk menggunakan salah satu dari opsi ini. Bahkan untuk pria saja, opsi ini dapat mengalihkan perhatian mereka dari tugas utama terbang. Setidaknya sembilan kecelakaan fatal yang melibatkan jet tempur F-16 Viper dan satu yang melibatkan jet serangan darat A-10 Warthog karena pada pilot pria yang meraba-raba paks.

Alternatifnya adalah menahannya atau membiarkannya membahasahi pakaian alias ngompol. Keduanya tidak nyaman, mengganggu, dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Efek fisiologis termasuk perkembangan batu ginjal, iritasi kulit, inkontinensia jangka panjang, dan infeksi saluran kemih,” kata pemberitahuan tersebut. “Sistem bantuan kandung kemih yang lebih baik akan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan bagi penerbang wanita di dalam dan di luar pekerjaan dengan mengurangi masalah kesehatan fisik dan mental.”

Tantangan AFWERX menjabarkan empat bidang yang perlu ditangani  yakni antarmuka yang nyaman dan bentuk sesuai untuk wanita, peningkatan kinerja aliran / teknologi pompa, pengelolaan dan pemrosesan cairan tubuh, dan sistem pelepas kandung kemih tanpa pompa. Nah punya ide? silahkan ikut berkompetisi

Tags:
jet tempurpilotpilot jet tempurpilot wanitasekolah pilot
%d blogger menyukai ini: