Anggaran PEN 2022 Tembus Rp321,2 Triliun

17 Agustus 2021 19:46 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Sukirno

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat hadir mengikuti sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. Foto: POOL/Sopian (POOL/Sopian)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan tetap dilanjutkan pada 2022 mendatang. Fokus program PEN pada tahun depan adalah sektor kesehatan dan perlindungan sosial. 

Sri Mulyani menjelaskan, alokasi anggaran untuk program PEN ditetapkan sebesar Rp321,2 triliun. Anggaran untuk program PEN tersebut akan bersifat responsif dan fleksibel.

“Tahun depan, belanja pemerintah pusat adalah Rp1.617 triliun, jadi ada kenaikan di belanja kementerian dan lembaga [K/L], untuk anggaran PEN menjadi Rp321 triliun,” katanya dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2022, Senin, 16 Agustus 2021. 

Sri Mulyani memproyeksikan, alokasi anggaran PEN untuk pos kesehatan mencapai Rp115,9 triliun pada 2022. Anggaran tersebut akan difokuskan pada program vaksinasi dan penanganan kesehatan. 

Beberapa di antaranya yaitu untuk penerapan testing, tracing, dan treatment, perawatan pasien COVID-19, pembiayaan vaksinasi, obat COVID-19, insentif tenaga kesehatan, dan penanganan kesehatan di daerah.

Kemudian, pemerintah juga akan melanjutkan sebagian program perlindungan sosial di masa pandemi seperti BLT desa. Sri Mulyani menambahkan, fokus anggaran juga untuk antisipasi perlindungan kepada masyarakat lanjutan, seperti BST, Kartu Sembako PPKM, dan bantuan kuota internet.  

Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, alokasi program PEN ini untuk mengantisipasi potensi risiko peningkatan dampak pandemi pada tahun 2022. Oleh karena itu, pemerintah masih akan melanjutkan dan mendukung program PEN pada tahun 2022.  

“Maka disiapkan tambahan kebutuhan anggaran untuk keperluan peningkatan 3T, peningkatan klaim pasien seiring meningkatnya jumlah kasus, dan perluasan perlindungan masyarakat,” sebut Airlangga pada kesempatan yang sama.

Airlangga pun berharap APBN 2022 ini bisa berdaya dalam menjaga kesehatan dan melindungi perekonomian masyarakat. Untuk itu, pemerintah sudah menyusun rencana pemenuhan dalam APBN 2022. 

Berita Terkait