Angela Tanoe: Daya Beli Masyarakat Akibat PSBB Anjlok Rp362 Triliun

JAKARTA – Adanya pandemi COVID-19 telah memukul perekonomian nasional maupun global. Namun, pada Juni atau akhir semester I-2020 sejumlah sektor mulai bangkit dan memperlihatkan pertumbuhan positif.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan pandemi ini telah menggerus daya beli masyarakat hingga Rp362 triliun dalam waktu 10 minggu, terhitung akhir Maret sampai awal Juni 2020.

“Hal ini terjadi sebagai dampak dari adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pengurangan jam kerja secara signifikan,” kata Angela dalam konferensi pers virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.

Kendati demikian, di akhir semester pertama tahun 2020, sejumlah sektor mulai mengalami pergerakan positif. Terbukti dari sejumlah indikator pada Juni 2020 yang mengalami perbaikan termasuk di sektor transportasi yang menjadi kunci penting untuk mobilitas ekonomi dan pergerakan di sektor lainnya.

Angela menjelaskan beberapa indikator yang mengalami perbaikan di antaranya purchasing managers index (PMI) manufaktur, penjualan kendaraan bermotor, indeks keyakinan konsumen, dan pertumbuhan penjualan retail.

Penjualan Ritel Mulai Naik

Menurut survei Bank Indonesia (BI), kinerja penjualan retail mengalami perbaikan pada Juni 2020. Hal ini utamanya disebabkan oleh pelonggaran PSBB di sejumlah daerah, meski beberapa kota masih tumbuh terkontraksi.

“Strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah, terutama melalui implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan peningkatan daya beli masyarakat serta dukungan sektor,” ungkap Angela

Sejalan dengan ini, Angela menyebutkan pihaknya telah memiliki tiga tahap strategi yang direncanakan. Pertama, pengelolaan krisis yang mengutamakan keselamatan pelaku usaha parekraf, pekerja parekraf, dan masyarakat.

“Kedua, percepatan dan stimulus untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru,” kata Putri Konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini.

Strategi itu dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM). Kemudian, pelaku usaha parekraf serta peningkatan kepercayaan pasar terhadap produk maupun jasa parekraf.

Ketiga, kata Angela, persiapan pascapandemi COVID-19 antara lain dengan memperkuat ekosistem industri. Kemudian, investasi, serta digitalisasi untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indoensia yang berkelanjutan.

“Melalui strategi tersebut, Kemenparekraf terus mengupayakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dengan menginisiasi beberapa program aksi,” ujarnya. Program itu meliputi webinar parekraf, program bantuan insentif pemerintah atau program penambahan modal kerja, dan program digitalisasi UMKM.

Tags:
Angela TanoesoedibjoBank IndonesiaDaya beli konsumenekonomi nasionalHary TanoesoedibjoKemenparekrafPemulihan Ekonomi NasionalPENPSBB
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: