Analisis Teknikal IHSG Menunjukan Sinyal Positif: ANTM, TLKM, dan BMRI Jangan Sampai Lolos

16 November 2020 07:02 WIB

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 13 November 2020 berhasil menguat tipis 0,04% ke level 5.461,06. Sedang selama sepekan (9-13 November 2020), IHSG ditutup menguat 2,35% ke posisi 5.461,058.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi harian sepanjang pekan lalu telah meningkat 35,93% dari Rp9,1 triliun menjadi Rp12,32 triliun. Sedang secara total, transaksi di bursa efek pekan lalu mencapai Rp61,59 triliun.

Dari segi volume, total saham yang berhasil terjual menyentuh 80,22 miliar dengan total 4,58 juta kali transaksi. Secara harian, indeks mencatatkan rerata volume transaksi sebanyak 16,04 miliar atau naik 28,82% dibandingkan pekan lalu yang hanya 12,45 miliar per hari.

Investor asing pada pekan yang sama mencatatkan pembelian sebesar Rp17,67 triliun. Sementara aksi jual investor asing senilai Rp13,2 triliun.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta melihat bahwa pergerakan saham di awal pekan, Senin 16 November 2020 masih punya potensi penguatan. Berdasarkan rasio fibonacci, kata dia, IHSG bakal bergerak di titik pantul bawah dan titik pantul atas pada area 5.490,81-5.612,41.

Sementara jika dilihat berdasarkan indikator Moving Avarage Convergence Divergence (MACD), stochastic, dan Relative Strength Index (RSI), pergerakan IHSG masih menunjukkan sinyal positif.

“Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” terang Nafan dalam riset harian yang diterima TrenAsia.com, Minggu, 15 November 2020.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

AGRO

Harga harian Rp396. RoE: 0.80%; PER: 247.50x; EPS: 1.60; PBV: 1.98x; Beta: 2.56. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level Rp386–Rp396, dengan target harga secara bertahap di level Rp414, Rp478 dan Rp540. Titik pantul bawah alias support Rp386 dan Rp365.

CPIN

Harga harian Rp6.700. RoE: 13.46%; PER: 36.13x; EPS: 185.45; PBV: 4.86x; Beta: 0.89. Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. Sell on strength pada area level Rp6.700–Rp6.800 dengan target harga di level Rp6.400. Resistensi Rp6.900.

ICBP

Harga harian Rp9.600. RoE: 21.21%; PER: 16.75x; EPS: 577.44; PBV: 3.54x; Beta: 0.44. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA (moving avarage) 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistansi pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli pada area level Rp9.500–Rp9.600 dengan target harga secara bertahap di level Rp9.975, Rp11.075, dan Rp12.200. Support Rp9.500 dan Rp9.125.

HMSP

Harga harian Rp1.430. RoE: 33.64%; PER: 17.02; EPS: 117.20; PBV: 5.72x; Beta: 1.19. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area Rp1.415–Rp1.430 dengan target harga secara bertahap di level Rp1.455, Rp1.820, Rp2.190, dan Rp2.550. Support Rp1.365.

PSAB

Harga harian Rp212. RoE: -1.90%; PER: -63.28x; EPS: -3.54; PBV: 1.20x; Beta: 1.59. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistensi pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli pada area level Rp204-Rp212 dengan target harga secara bertahap di level Rp216, Rp226, Rp236, Rp262, dan Rp290. Support Rp204 dan Rp196. (SKO)

Berita Terkait