Analis Prediksi IHSG Konsolidasi Menguat, Simak Saham ASRI, BBCA, dan BFIN

06 Mei 2021 05:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan melintas dengam latar pergerkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pasar modal Indonesia masih dibayangi oleh berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri. Para analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam rentang konsolidasi hingga berpotensi menguat pada perdagangan Kamis, 6 Mei 2021.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut pergerakan IHSG mengalami break out resistance moving average (MA) 5 hari dengan potensi menguji MA 20 hari. Ia bilang, indikator stochastic bergerak terkonsolidasi pada area middle dengan MACD yang menunjukkan undervalue.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi kembali menguat dengan support resistance 5.953 – 6.016,” tutur Lanjar melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Kamis 6 Mei 2021.

Melalui analisisnya tersebut, ia merekomendasikan beberapa saham yang menurutnya dapat dicermati. Di antaranya ASRI, BBNI, BBRI, BBTN, BFIN, ERAA, ICBP, MCAS, RALS, dan UNVR.

Di sisi lain, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai IHSG saat ini terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar pada rentang 5.827 – 6.088. Menurutnya, indeks berpeluang mengalami kenaikan jangka pendek jika mampu menembus level resistance terdekat.

“Kuat dan stabilnya perekonomian Indonesia yang turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG, hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” imbuhnya.

Dengan gambaran itu, William turut membagikan menu-menu saham yang layak menjadi pertimbangan para investor. Antara lain BBCA, ASII, SMGR, AALI, MYOR, TBIG, AKRA, serta ASRI.

Sebelumnya, IHSG berhasul ditutup menguat 0,20% menuju level 5.975,91 pada akhir sesi perdagangan Rabu, 5 Mei 2021. Dalam satu hari perdagangan, terdapat 245 saham naik, 234 saham terkoreksi dan 163 saham berada pada posisi stagnan.

Saham-saham di sektor perindustrian dan barang baku memimpin penguatan hingga akhir sesi perdagangan. Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp165,60 miliar dengan saham BBCA, BBRI dan TBIG yang menjadi top net buy value asing.

Bursa Jepang dan China masih ditutup libur di saat mayoritas indeks saham Asia bergerak moderate. Indeks Hang Seng ditutup turun 0,49%. Sedangkan Indeks KOSPI naik 0,64% dan SENSEX menguat 0,73%. (SKO)

Berita Terkait