Anak Usaha Pertamina, Elnusa Tebar Dividen Rp74,7 Miliar untuk Tahun Buku 2020

23 Juli 2021 19:43 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Logo PT Elnusa Tbk.

JAKARTA -  PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina (Persero), menetapkan pembagian dividen sebesar Rp74,7 miliar kepada pemegang saham untuk tahun buku 2020.

Keputusan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada 21 Juli 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), 23 Juli 2021, jumlah dividen tersebut setara dengan 30% dari laba bersih perseroan yang sebesar Rp249 miliar.

“Adapun sebesar Rp9,9 miliar akan digunakan sebagai cadangan wajib, serta sisanya Rp164,3 miliar sebagai saldo laba ditahan atau retained earnings,” tulis keterangan tersebut.

Jadwal pembagian cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 29 Juli 2021, sedangkan di pasar tunai pada 2 Agustus 2021.

Kemudian, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 Juli 2021, sedangkan di pasar tunai pada 3 Agustus 2021. Tanggal pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2021.

Selain pembagian dividen, RUPS tersebut juga memutuskan perubahan susunan pengurus perseroan. Dalam hal ini, manajemen memberhentikan dengan hormat Antonius Ratdomopurbo selaku komisaris, Herry Setiawan selaku Direktur Keuangan, dan Arief Riyanto selaku Direktur Pengembangan Usaha merangkap Direktur Operasi.

Sebagai gantinya, manajemen mengangkat Wakhid Hasyim sebagai Komisars, Lusiaga Levi Susila sebagai Komisaris Independen, dan Rony Hartanto sebagai Direktur Operasi. 

Dengan demikian, susunan pengurus yang baru sebagai berikut.

Direksi

Direktur Utama : Ali Mundakir

Direktur Operasi merangkap Direktur Pengembangan Usaha : Rony Hartanto

Direktur SDM & Umum merangkap Direktur Keuangan : Tenny Elfrida

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Agus Prabowo

Komisaris : Wakhid Hasyim

Komisaris Independen : Lusiaga Levi Susila

Komisaris Independen : Anis Baridwan.

Kinerja Kuartal I-2021

Sebagai informasi, per kuartal I-2021 ELSA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,8 triliun. Perusahaan minyak dan gas bumi ini juga membukukan laba bruto Rp120 miliar dan laba bersih sebesar Rp1,6 miliar.

Jumlah tersebut berasal dari jasa hulu migas sebesar 39%, jasa distribusi dan logistik energi 50%, dan 11% sisanya dari jasa penunjang.

Adapun beberapa proyek ELSA yang on stream pada tahun ini, yakni jasa hulu migas yang meliputi proyek carry over. Kemudian proyek yang tengah berjalan, yakni  survei seismik 2D Batu Utak, peningkatan produktivitas pada jasa drilling, work over & well services, jasa cementing, dan pekerjaan pendukung lain produksi migas di wilayah kerja Pertamina Group.

Di bidang jasa distribusi dan logistik energi, volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri marine (Inmar) ELSA mengalami peningkatan jumlah customer. Hal ini diikuti oleh bisnis jasa depo manajemen dan jasa penunjang. Segmen ini, kata Ali, berkontribusi aktif melalui bisnis fabrikasi peralatan migas dan warehousing atau penyimpanan dokumen.

Pada tahun ini, ELSA juga menganggarkan kenaikan investasi hingga Rp600 miliar untuk mendukung target produksi minyak 1 juta BOPD. 

Berita Terkait