Anak Usaha Adaro Energy Indonesia Kantongi Perpanjangan IUPK hingga 2032

20 September 2022 20:43 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Anak Usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Indonesia (AI) raih perpanjangan izin operasi menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) hingga 2032. (Dok Adaro)

JAKARTA - Anak Usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Indonesia (AI) memperoleh perpanjangan izin operasi menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) hingga 2032. 

Adaro Indonesia merupakan entitas yang 88,47 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan. Sekretaris Perusahaan ADRO, Mahardika Putranto menyatakan, Adaro Indonesia mendapatkan IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak atau perjanjian dari Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tertanggal 13 September 2022.

"IUPK-KOP diberikan dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 1 Oktober 2032 dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Mahardika dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa, 20 September 2022.

Sebagai informasi, Adaro Indonesia adalah salah satu kontraktor pemerintah melalui Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) generasi pertama yang telah dirikan pada 1982. 

Perusahaan melakukan kegiatan eksplorasi penambangan batu bara di Kalimantan Selatan dan mulai berproduksi secara komersial pada 1992. Lokasi penambangan terletak di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.

AI merupakan aset batu bara terbesar milik perseroan, memproduksi 22,88 juta ton batu bara pada semester I 2022, atau naik 5 persen dari 21,73 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan batu bara AI pada semester I-2022 naik 6% menjadi 25,27 juta ton dari 23,84 juta tpn pada semester I 2021. 

Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Yunike Purnama pada 20 Sep 2022 

Berita Terkait