Amerika Stop Penerbangan ke Eropa

Washington-Presiden Amerika Donald Trump pada Rabu 11 Maret 2020 waktu Amerika mengambil langkah-langkah khusus untuk melawan penyebaran wabah virus corona COVID-19.

Dalam pernyataannya Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menangguhkan semua perjalanan dari Eropa hingga setidaknya pertengahan April. Larangan tidak akan diterapkan ke Britania Raya.

Di antara langkah-langkah lain, Trump merekomendasikan untuk menunda semua kunjungan yang tidak perlu. Presiden Amerika juga berjanji untuk memberikan bantuan keuangan bagi pekerja yang sakit, dikarantina, atau dirawat karena coronavirus.

Amerika juga akan membantu perusahaan kecil yang terkena virus corona dan Departemen Keuangan Amerika akan menunda pembayaran pajak tanpa bunga atau penalti untuk bisnis tertentu, termasuk individu yang terkena dampak COVID-2019.

“Kami menyusun kekuatan penuh pemerintah federal dan sektor swasta untuk melindungi rakyat Amerika. Ini adalah upaya paling agresif dan komprehensif untuk menghadapi virus asing dalam sejarah modern ,” kata Trump dikutip Reuters.

Sebelumnya pada hari itu, Washington DC menyatakan keadaan darurat karena wabah baru coronavirus, merekomendasikan untuk menunda pertemuan tidak penting yang diikuti 1.000 orang atau lebih, termasuk konferensi dan konvensi, hingga 31 Maret.

Gugus tugas koronavirus dari administrasi Trump mengusulkan rencana 30 hari untuk komunitas di negara bagian California dan Washington di mana penyakit mematikan itu mulai menyerang. Rencana tersebut merencakakan pemeriksaan kesehatan reguler di sekolah untuk siswa, staf dan pengunjung hingga menggeser layanan gereja mingguan ke format video.

Trump mengatakan sebelumnya jika masalahnya berakhir dengan cepat maka mereka tidak perlu mengadopsi paket stimulus untuk menghadapi wabah tersebut.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika telah menjuluki Eropa sebagai ancaman besar seperti China untuk virus corona baru. Italia tetap yang paling parah terkena dampak COVID-19 di Eropa dengan hampir 10.150 infeksi yang dikonfirmasi dan lebih dari 630 kematian. Spanyol adalah negara Eropa terbesar kedua yang dilanda pandemi dengan hampir 2.200 infeksi dan hampir 50 kematian.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sampai saat ini 4.012 meninggal di seluruh dunia dengan total 113.702 kasus terkonfirmasi. Brunei, Mongolia, Siprus, Pulau Guernsey dan Panama melaporkan kasus pertama COVID-19 sehingga menambah daftar panjang negara dan kawasan yang terjangkit virus corona menjadi 109.

Selain itu, WHO merevisi klasifikasi transmisi Makedonia Utara, Polandia, Pakistan dari “hanya kasus penularan dari luar negeri” menjadi “penularan lokal”. Hal itu meningkatkan jumlah total negara dan kawasan tempat munculnya transmisi lokal menjadi 61 di luar China.

Tags:
HeadlineVirus Corona
%d blogger menyukai ini: