Amerika Rilis Data Pengangguran, Rupiah Rawan Terkoreksi

JAKARTA- Nilai tukar rupiah awal pekan ini akan rawan terkoreksi karena menurunnya dipengaruhi angka pengangguran Amerika.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures mengatakan, pada akhir pekan lalu telah dirilis data tenaga kerja AS yang hasilnya cukup bagus sehingga bisa mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. “Rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS di hari Senin ini,” ujar Ariston.

Sentimen lainnya yaitu memanasnya kembali hubungan AS dan China setelah AS berencana mem-blacklist perdagangan dengan perusahaan semi konduktor terbesar China, SMIC. “Isu ini bisa memberikan tekanan ke aset berisiko, termasuk rupiah,” kata Ariston dilansir Antara.

Pada Senin 7 September 2020 hingga pukul 9.57 WIB, rupiah masih menguat tipis 2 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.748 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.750 per dolar AS.

Hari ini, lanjutnya, beberapa data ekonomi global dari China dan Jerman akan menjadi perhatian pasar karena pasar masih mencari petunjuk soal indikasi pemulihan ekonomi global di tengah kondisi pandemi, yaitu data neraca perdagangan China pada Agustus dan data produksi industri Jerman pada Juli. “Bila kedua angka ini lebih bagus dari proyeksi, penurunan aset berisiko mungkin bisa tertahan,” ujarnya.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.680 per dolar AS.

Pada Jumat 4 September 2020 rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,19 persen menjadi Rp14.750 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS,

Tags:
angka pengangguranekonomi amerikaHeadlinekurs hari inikurs rupiahNilai Tukar RupiahPengangguranpengangguran amerika
%d blogger menyukai ini: