Amerika Kembali Siapkan 18 HIMARS Untuk Ukraina

29 September 2022 11:28 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

HIMARS (US Marine)

WASHINGTON-Pentagon pada  Rabu 28 September 2022 kembali mengumumkan paket bantuan keamanan baru untuk Ukraina sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp16 triliun (kurs Rp15.000).

Bantuan termasuk 18 Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi atau HIMARS dan senjata lain untuk melawan drone yang telah digunakan Rusia terhadap pasukan Ukraina.

Namun paket bantuan tidak akan diterima cepat oleh Ukraina karena tidak akan diambil dari stok senjata Amerika. Pentagon akan menggunakan dana tersebut untuk membeli langsung ke produsen. Dengan sistem ini diperkirakan senjata akan diterima Kyiv antara enam hingga 24 bulan.

Selain 18 HIMARS dan amunisinya, Amerika juga akan melengkapi Ukraina dengan 12 sistem Titan. Sistem yang digunakan untuk mendeteksi, melacak, dan mengganggu drone. Pengiriman sistem ini dilakukan setelah  Rusia terbukti  menggunakan drone buatan Iran dalam konflik tersebut.

Bantuan juga  mencakup 20 radar kontra  artileri, sistem komunikasi taktis yang tidak disebutkan namanya dan sistem pengawasan.

Juga termasuk lebih dari 300 kendaraan termasuk Humvee, truk dan kendaraan lain untuk menarik dan membawa senjata serta peralatan.

Ukraina saat ini telah menerima 16 HIMARS dari persediaan militer Amerika. Selain itu juga ada  10 sistem setara yang dikirimkan  sekutu barat. Senjata ini diklaim telah menjadi pengubah permainan yang membuat Ukraina mampu menekan dan mendorong posisi Rusia di sejumlah wilayah. Rusia beberapa kali mengklaim telah menghancurkan beberapa sistem buatan Lockheed Martin tersebut.

Pejabat Amerika mengatakan dengan paket senjata baru ini Ukraina  akan memiliki apa yang dibutuhkan untuk jangka panjang di masa depan. Langkah ini sekaligus mengisyaratkan bahwa perang di Ukraina masih akan panjang. 

“Ini adalah investasi yang sangat besar dan dimaksudkan agar di masa depan. Ukraina  akan memiliki apa yang dibutuhkan untuk jangka panjang, untuk mencegah ancaman di masa depan,” kata pejabat itu dikutip Associated Press . 

"Tetapi itu sama sekali tidak mengesampingkan kami untuk terus berinvestasi dalam kekuatan mereka saat ini dengan kemampuan yang tersedia saat ini dan yang dapat kami tarik hari ini dari stok Amerika."

Langkah terbaru Washington datang beberapa hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300.000 pasukan cadangan untuk bertempur di Ukraina.  Rusia juga sedang bergerak untuk menganeksasi sejumlah Ukraina yang diduduki Rusia. 

Berbicara dengan wartawan pejabat Pentagon meragukan kemampuan Rusia untuk mengumpulkan, melatih dan memperlengkapi 300.000 pasukan. Pejabat tersebut menambahkan mobilisasi  menunjukkan  Rusia terus percaya   dapat memenangkan perang panjang dengan melampaui dukungan Ukraina dan internasional. Dan ini disebut sebagai kesalahan Rusia selanjutnya.

 

Berita Terkait