Ambisi Erick Thohir Ingin Bank Syariah Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

11 Februari 2021 08:02 WIB

Penulis: Reky Arfal

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi beroperasi mulai 1 Februari 2021 / Dok. Bank Syariah Indonesia

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakini dalam lima tahun ke depan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dapat bersaing menjadi top 10 bank syariah terbesar secara global.

Meski tidak mudah, namun Erick yakin bahwa Bank Syariah Indonesia (BSI) akan berhasil. Pasalnya, bank ini memiliki pasar yang besar.

Bukan tanpa alasan Erick mengatakan itu. Menurutnya, BSI saat ini memiliki bisnis model yang baik, tim yang professional, serta potensi pasar yang sangat besar. Sehingga sangat mungkin untuk mencapai cita-cita tersebut.

“Justru yang membuat semuanya gampang, karena BSI sudah ada market yang besar,” katanya dalam acara Business Talk Kompas TV, Selasa, 9 Februari 2021.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan perseroan telah menyusun rencana bisnis dalam lima tahun mendatang.

“Untuk memulai langkah, fokus kami ada pada pasar domestik karena potensinya yang luar biasa besar,” ungkapnya.

Potensi masyarakat muslim Indonesia lebih dari 200 juta atau terbesar di dunia. Industri halal pada 2024 diperkirakan sekitar Rp4.800 triliun. Potensi inilah yang akan digarap BSI secara maksimal.

Hery menyampaikan BSI akan mendukung penuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melanjutkan kiprah yang dilakukan pendahulunya, PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS). Untuk fokus lainnya ada di segmen konsumer dan ritel, yaitu mengembangkan pembiayaan pembelian rumah dan kendaraan selaiknya kompetensi PT BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) pada waktu lalu.

BSI juga memiliki produk unggulan pembiayaan mitra guna dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan BUMN. Segmen ini punya potensi besar, sebab perseroan membukukan pembiayaan Rp1,3 triliun selama Januari 2021, serta kualitas aset yang baik dengan non performing financing (NPF) di bawah 0,6%. Kemudian, gadai emas dan cicilan emas akan jadi mesin pertumbuhan bagi BSI.

Tak hanya itu, Henry juga mendapat mandat dari pemegang saham untuk masuk ke pasar global. BSI dapat menjadi underwriter untuk korporasi maupun BUMN yang ingin menerbitkan sukuk (obligasi berbasis syariah) global.

Dengan dominasi antara domestik dan global, bank ini akan lebih maju dan tumbuh lebih sehat. Kapitalisasi pasar pun meningkat seiring harga saham meningkat.

“Dengan bisnis model ini, kami yakin dapat membawa BSI menjadi salah satu bank terbesar di antara 10 bank syariah global,” tutupnya. (SKO)

Berita Terkait