Alokasi Rp134 Triliun, Sri Mulyani Minta Subsidi Energi Tahun 2022 Lebih Tepat Sasaran

24 Agustus 2021 21:05 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Tabung gas Elpiji 3 kilogram

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan mengarahkan kebijakan subsidi energi pada 2022 lebih tepat sasaran. Hal ini akan dilakukan dengan transformasi subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi berbasis penerima manfaat.

"Kebijakan akan dilakukan secara bertahap dan berhati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat," ucap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021.

Selanjutnya, pemerintah juga akan mengkaji agar subsidi solar juga diarahkan menjadi subsidi berbasis orang. Maka dari itu, evaluasi pelaksanaan kebijakan subsidi solar akan dilakukan, agar sejalan dengan kebijakan subsidi tepat sasaran.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan melakukan upaya penyempurnaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan melakukan verifikasi dan validasi secara reguler dan mendorong pembangunan sistem yang terintegerasi dengan data sasaran penerima subsidi.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan subsidi diberikan kepada golongan masyarakat yang perlu dilindungi, yaitu masyarakat miskin dan rentan," ungkapnya.

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2022, anggaran subsidi energi naik menjadi Rp134 triliun dibandingkan dengan outlook 2021 yang sebesar Rp128,5 triliun.

Subsidi energi tahun depan akan meliputi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tabung tiga kilogram sebesar Rp77,5 triliun dan subsidi listrik Rp56,5 triliun.

Adapun subsidi BBM dan LPG tabung tiga kilogram terbagi atas subsidi jenis BBM tertentu senilai Rp11,3 triliun dan LPG tabung tiga kilogram yaitu Rp66,5 triliun.

Berita Terkait