Allianz Bukukan Pendapatan Premi Rp1,2 Triliun

17 Juni 2020 18:55 WIB

Penulis: Khoirul Anam

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum/ allianz.co.id

JAKARTA – PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz) membukukan Pendapatan Premi Bruto (Gross Written Premium) sebesar Rp1,2 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 3% dari Rp1,1 triliun pada 2019.

Allianz memperbesar porsi bisnis ritel dengan tetap mempertahankan kekuatan bisnis komersial.

Hal ini dapat dilihat dari komposisi bisnis retail yang mencapai 42% dari total pendapatan premi bruto Allianz. Sementara itu dari bisnis komersial hanya sebesar 58%.

Sementara itu, dari jalur distribusi, financial institution Allianz mencatatkan pertumbuhan 49% sebesar Rp29,6 miliar.

Diikuti oleh jalur distribusi Affinity, yang merupakan kerja sama strategis dengan para mitra bisnis. Pertumbuhannya mencapai 41% atau Rp44,4 miliar.

Jalur distribusi keagenan perusahaan bekerja sama dengan Allianz Star Network. Dalam hal penyediaan perlindungan asuransi kerugian mengalami pertumbuhan GWP sebesar 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dirut Allianz Utama Indonesia Peter van Zyl mengatakan, pihaknya mengikuti perkembangan tren digital yang bergerak dinamis. Hal itu tentusaja dilakukan dengan menggali potensi pasar untuk perlindungan asuransi kerugian.

“Setelah bertransformasi, layanan dan proses bisnis. Kami juga bekerja sama dengan mitra bisnis untuk memberikan perlindungan yang lengkap,” kata dia di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020.

Kerjasama Gojek

Diketahui, sepanjang 2019 Allianz menjalankan beberapa strategi bisnis. Di antaranya bekerja sama dengan Gojek Indonesia dalam menyediakan asuransi kecelakaan diri bagi mitra driver dan penumpang.

Kemudian juga memperluas kerja sama dengan Home Credit Indonesia dalam hal penyediaan asuransi gadget.

“Tidak hanya itu, Allianz juga menjalin kemitraan baru dengan bank terkemuka di Indonesia. Dengan mereka kita memperluas perluasan kerja sama dengan mitra digital,” kata dia.

Kerjasama juga dilakukan dengan start up fintech dalam bersinergi sinergi mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri asuransi saat ini.

Hingga saat ini, Allianz telah telah membayarkan klaim sebesar Rp609,2 miliar sepanjang tahun 2019.

Adapun Allianz Utama mencatat rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) 320%. Angka ini di atas ketentuan minimum yang ditentukan regulator sebesar 120%. (SKO)

Berita Terkait