Alhamdulillah! Per 5 Februari, Naik Kereta dan Bus Tidak Perlu Tes Antigen

January 25, 2021, 03:08 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020. Rapat tersebut membahas laporan keuangan pemerintah pusat APBN TA. 2019 dan realisasi APBN TA. 2020 sampai dengan Bulan Agustus 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan untuk tidak perlu lagi menggunakan tes antigen sebagai syarat perjalanan dengan kereta maupun bus. Per 5 Februari 2021 nanti, syarat antigen bakal digantikan dengan pengecekan GeNose yang merupakan alat deteksi COVID-19 buatan anak bangsa.

Budi mengatakan, GeNose merupakan alat pendeteksi COVID-19 yang dibuat oleh tim peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM). Alat tes ini sudah mendapatkan persetujuan edar dari Kementerian Kesehatan dan Satgas Pengananganan COVID-19.

“Untuk itu, pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib (mandatory) pada tanggal 5 Februari 2021. Sedangkan angkutan bus tidak wajib, tapi akan dilakukan pengecekan secara random menggunakan GeNose mulai 5 ferbuari 2021, yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu,” tutur Budi dalam siaran persnya, Senin, 25 Januari 2021.

Alasan dari penggantian syarat wajib perjalanan di kereta dan bus ini karena harga tiket kedua moda transportasi ini yang relatif lebih murah dibandingkan harga tes antigen. Pada jarak tertentu, kata Budi, ongkos kereta hanya Rp100 ribu, nyaris setara dengan harga tes antigen.

“Kalau mesti antigen Rp100 ribu lagi itu ‘kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma Rp40-Rp50 ribu. Tapi dengan GeNose ini harganya hanya Rp20 ribu (sekali cek),” tambah dia.

Tekait hal ini, Budi mengaku telah menjalankan koordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) di seluruh wilayah Indonesia. Namun, dia tetap mengimbau kepada masyarakat yang merasa kurang sehat untuk tidak berpergian.

“Kita ingin semua masyarakat tertib dan membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik,” pungkas dia.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang. Pengecekan akan dilakukan secara acak atau dengan menggunakan metode random sampling.

“Di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” tutup dia.