Alhamdulillah.. Arab Saudi Buka Kembali Umrah untuk Jemaah Indonesia

10 Oktober 2021 11:05 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Sejumlah calon jamaah umrah sebelum bertolak ke Arab Saudi dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 1 November 2020. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihak Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau untuk penerimaan jemaah umrah dari Indonesia.

Dibukanya kembali pintu ibadah umrah dari Indonesia menyusul pemantauan dan evaluasi perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia yang semakin baik. 

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021 menyatakan kembali menerima jemaah umrah Indonesia.

“Tentunya kabar baik ini akan kita tindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya,” kata Retno dalam laman resmi Kemlu, dikutip Minggu 10 Oktober 2021.

Adapun isi nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021, telah menyampaikan hal-hal sebagai berikut:.

  • ​Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah Indonesia.
  • Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

Di dalam nota diplomatik tersebut juga disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah. 

Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan. 

Adapun, Kemlu akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia mengenai pelaksanaan kebijakan Pemerintah Saudi Arabia yang baru ini. 

Berita Terkait