Akuisisi Ranch Market (RANC), Blibli Tempuh Skema Backdoor Listing?

17 September 2021 18:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

undefined

JAKARTA – Raksasa e-commerce milik Grup Djarum, PT Global Digital Niaga (Blibli.com) mengakuisisi 51% saham pengelola Ranch Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). Aksi korporasi ini disinyalir sebagai jalan Blibli masuk ke Bursa tanpa menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) atau dikenal dengan istilah backdoor listing.

Menanggapi hal itu, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan pihaknya tidak mengatur secara khusus mengenai adanya backdoor listing. Namun, kata dia, suatu emiten sejatinya dapat diambilalih oleh perusahaan lain.

Mengacu pada POJK No.9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, Pengendali adalah pihak yang baik langsung maupun tidak langsung memiliki lebih dari 50% saham perusahaan atau mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan.

“Sementara pengambilalihan adalah tindakan baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan perubahan pengendali,” ujar Nyoman kepada wartawan, Jumat, 17 September 2021.

Terkait dengan rencana Blibli untuk melakukan pengambilalihan RANC, ia meyakini hal tersebut merupakan keputusan bisnis para pihak. Menurutnya, jalan tersebut juga sudah melewati pertimbangan matang.

“Harapan kami tentunya, corporate action tersebut dapat memberi dampak baik bagi peningkatan value perusahaan dan juga bagi perkembangan pasar modal Indonesia,” imbuhnya.

Melansir laporan Bloomberg, Kamis 16 September 2021, Blibli bakal mengakuisisi sekitar 797,88 juta saham Supra Boga. Jumlah saham itu mewakili 50% dari total modal ditempatkan dan modal disetor RANC.

Dengan begitu, e-commerce milik konglomerat terkaya di Indonesia, Hartono bersaudara itu akan menjadi pemegang saham pengendali pada emiten yang mengoperasikan Ranch Market di Indonesia. 

Pengambilalihan saham mayoritas ini dilakukan Blibli dari 7 entitas pemegang saham RANC, yakni PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, David Kusumodjojo, Suhamo Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

Dalam keterbukaan informasi di media massa, Blibli mengungkapkan, rencana pengambilalihan tersebut ditujukan untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem. 

Negosiasi akan dilakukan secara langsung oleh perseroan dengan para penjual. Dengan bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi dan persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian.

Perusahaan belum mengumumkan berapa nilai transaksi akuisisi tersebut. Nmun, nilainya ditaksir mencapai Rp1,76 triliun. Nilai ini berdasarkan catatan Bloomberg dari perdagangan saham terakhir RANC di level Rp2.200 per lembar saham. 

Berita Terkait